Kompas.com - 06/01/2015, 09:18 WIB
Para demonstran anti-Islam melakukan unjuk rasa di Cologne, Oktober lalu. Warga Jerman yang mendukung para migran melakukan demonstrasi tandingan untuk menentang aksi demonstrasi anti-Islam. ReutersPara demonstran anti-Islam melakukan unjuk rasa di Cologne, Oktober lalu. Warga Jerman yang mendukung para migran melakukan demonstrasi tandingan untuk menentang aksi demonstrasi anti-Islam.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.COM - Ribuan warga Jerman di empat kota berdemonstrasi, Senin (5/1/2015), guna menentang demonstrasi mingguan di Dresden atas apa yang disebut sebagai “Islamisasi Barat” yang telah menarik semakin banyak pendukung.

Penyelenggara demonstrasi di Berlin, Stuttgart, Cologne dan Dresden mengatakan mereka berdemonstrasi menentang rasisme dan xenophobia, serta mendorong pesan toleransi.

Gereja, tempat-tempat bisnis, perusahaan listrik kota Cologne dan fasilitas umum lain berencana mematikan listrik di gedung dan fasilitas mereka guna menunjukkan solidaritas pada demonstran yang menentang demonstrasi PEGIDA – Patriotic Europeans against Islamization of the West atau “Warga Patriotik Eropa Melawan Islamisasi Barat”.

Dalam tiga bulan terakhir, jumlah demonstran PEGIDA di bagian timur kota Dresden – kota yang juga dihuni oleh sejumlah imigran atau warga Muslim – telah membengkak dari ratusan menjadi 17.500 orang sebelum Natal lalu. Polisi memperkirakan jumlah serupa akan berkumpul pada demonstrasi Senin malam ini.

Dalam pidato Tahun Baru-nya, Kanselir Jerman Angela Merkela mengimbau warga Jerman untuk menjauhi demonstrasi di Dresden itu. “Ketika demonstran PEGIDA meneriakkan kata “kami adalah rakyat”, sebenarnya yang mereka maksud adalah “kalian tidak termasuk karena warna kulit dan agama kalian,” imbau Merkel.

Demonstrasi di Dresden telah memicu sejumlah demonstrasi PEGIDA yang lebih kecil dibanding demonstrasi PEGIDA di tempat lain, termasuk rencana demonstrasi di Berlin dan Cologne Senin malam di mana ratusan orang diperkirakan akan hadir. Sebaliknya lebih dari 10 ribu kontra-demonstran diperkirakan akan memadati Berlin, dua ribu di Cologne dan lima ribu lainnya di Stuttgart di mana tidak ada demonstrasi PEGIDA yang direncanakan.

Pemimpin katedral terkenal di Cologne – Norbert Feldhoff – mengatakan akan tetap mematikan lampu-lampu di bagian luar katedral supaya demonstran PEGIDA berpikir dua kali tentang demonstrasi mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Balai Kota Cologne dan beberapa gereja serta gedung bersejarah lainnya juga mengatakan akan mematikan lampu. Sementara perusahaan listrik Rhein-Energie mengatakan akan memadamkan lampu-lampu jembatan kota itu.

Di Dresden, pabrik mobil Volkswagen mengatakan akan mematikan lampu-lampu di pabrik yang berdinding kaca itu guna menggarisbawahi prinsip perusahaan, yaitu adanya “masyarakat yang terbuka, bebas dan demokratis”.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.