Hakim Tunanetra Buat Sejarah Baru di Mahkamah Agung Michigan

Kompas.com - 29/12/2014, 15:14 WIB
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com — Dalam beberapa hari ini, hakim tunanetra Richard Bernstein secara resmi akan menjadi hakim di Mahkamah Agung Michigan. Namun, Bernstein telah bekerja keras sejak November lalu, mempersiapkan 10 kasus dengan cara yang sangat luar biasa, yaitu dengan mengingat hal-hal penting setiap kasus yang dibacakan kepadanya oleh seorang asisten.

Bernstein, yang berusia 41 tahun, mengalami kebutaan sejak lahir. Setelah memenangi pemilu negara bagian, Bernstein meminta seorang asisten di kantor pengacara keluarganya di Detroit untuk membacakan kepadanya ringkasan kasus-kasus pengadilan menjelang perdebatan yang akan diadakan pertengahan Januari 2015, termasuk satu kasus mariyuana medis dan perselisihan perburuhan yang melibatkan ribuan PNS.

Michigan tidak pernah memiliki hakim tunanetra sebelumnya pada tingkat Mahkamah Agung. Hanya beberapa negara bagian yang memiliki hakim tunanetra, seperti hakim Richard Teitelman di Missouri yang mengalami kebutaan sejak usia 13 tahun dan hakim David Tatel yang juga tunanetra dan berdinas di pengadilan banding federal di Washington DC.

Tidak diragukan lagi jika para pemilih mendukung Bernstein yang memang memiliki latar belakang menakjubkan. Ia pernah mengikuti 15 lomba lari maraton dan pada tahun 2008 ia menyelesaikan kompetisi triatlon dengan naik sepeda sejauh 180 kilometer, lari sejauh 42 kilometer, dan renang sejauh 4 kilometer, dengan bantuan beberapa orang. Tahun 2012, Bernstein menjadi berita utama media di New York setelah ditabrak oleh seorang pesepeda ketika sedang joging di Central Park. Ia dirawat selama beberapa pekan di rumah sakit akibat kecelakaan itu.

Bernstein juga dikenal luas di Michigan Tenggara di mana kantor pengacara keluarganya kerap memasang iklan di televisi. Ia menghabiskan lebih dari 1,8 juta dollar dari kantongnya sendiri untuk kampanye menjadi hakim di Mahkamah Agung Michigan. Slogan kampanyenya "blind justice" atau "pengadilan itu buta".

Sebagai salah satu dari dua anggota Partai Demokrat di Mahkamah Agung yang beranggotakan tujuh hakim itu, Bernstein tampaknya tidak akan memengaruhi posisi mahkamah yang konservatif. Namun, ia diperkirakan akan membuat perubahan.

Bernstein akan dilantik pada 1 Januari 2015. Timothy MacLean, asistennya selama tiga tahun terakhir, telah membacakan ringkasan kasus-kasus sebagai persiapan menghadapi beberapa sidang pertama Mahkamah Agung pada 13 Januari mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.