Kompas.com - 27/12/2014, 05:14 WIB
WHO menyatakan status darurat global terkait penyebaran virus ebola BBCWHO menyatakan status darurat global terkait penyebaran virus ebola
EditorBayu Galih

JENEWA, KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, jumlah korban tewas akibat wabah Ebola di Afrika Barat meningkat hingga 7.693 jiwa dari 19.695 kasus yang tercatat. Angka ini meningkat dibanding jumlah kematian akibat virus Ebola pada 22 Desember 2014, yang mencatat 7.518 korban tewas dari 19.340 kasus, yang sebagian besar berada di di Sierra Leone, Liberia dan Guinea.

Dilansir dari AFP, Sabtu (27/12/2014), jumlah korban tewas akibat wabah Ebola di seluruh dunia kini mencapai 7.708 jiwa. Jumlah ini termasuk 1 korban tewas di Mali, 1 di Amerika Serikat, dan 8 di Nigeria, yang pada Oktober silam sudah mendeklarasi bebas wabah Ebola.

Spanyol dan Senegal yang juga sudah deklarasi bebas Ebola ternyata tercatat memiliki 1 kasus wabah Ebola di tiap negara. Namun, hingga saat ini korban Ebola di kedua negara tersebut masih dalam perawatan.

Sierra Leone menjadi negara dengan jumlah korban terinfeksi Ebola terbanyak. Dari 9.203 korban terinfeksi, terdapat 2.655 korban tewas akibat Ebola.

Sedangkan di Liberia, hingga 20 Desember 2014 tercatat ada 7.862 kasus. Namun, jumlah kematian akibat Ebola di Liberia tercatat sebagai yang tertinggi, dengan korban tewas mencapai 3.384 jiwa.

Di Guinea, negara yang sudah dilanda Ebola sejak setahun terakhir, tercatat 2.630 kaus dengan angka kematian mencapai 1.654 hingga 24 Desember 2014.

Ebola hingga saat ini merupakan virus yang paling berbahaya yang dikenal umat manusia. Penyebarannya melalui kontak langsung, dengan perantara cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Ada pun orang yang mengidap Ebola biasanya ditandai gejala seperti mengidap demam, yang disertai muntah-muntah.

Orang-orang yang merawat para penderita ebola atau menangani jasad mereka yang meninggal karena ebola, adalah mereka yang paling rentan tertulari. WHO menyebutkan ada 649 tenaga kesehatan yang diketahui telah bersinggungan dengan penyakit ini, dan dari jumlah itu 365 di antaranya meninggal. 

Baca tentang


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X