Kompas.com - 23/12/2014, 23:18 WIB
Foto ini diambil dari rekaman CCTV yang disiarkan stasiun televisi NDTV yang memperlihatkan dua pria yang mengendarai sepeda motor tengah melakukan serangan cairan asam terhadap seorang perempuan yang mengdarai sepeda motor di belakang mereka. NDTVFoto ini diambil dari rekaman CCTV yang disiarkan stasiun televisi NDTV yang memperlihatkan dua pria yang mengendarai sepeda motor tengah melakukan serangan cairan asam terhadap seorang perempuan yang mengdarai sepeda motor di belakang mereka.
EditorErvan Hardoko
NEW DELHI, KOMPAS.com - Sebuah rekaman video mengejutkan, Selasa (23/12/2014), memperlihatkan dua pria menyiramkan cairan asam ke arah seorang perempuan di sebuah pasar yang sibuk di New Delhi.

Insiden itu terjadi di pasar Rajouri Garden, New Delhi ketika korban yang berusia 30-an itu pergi ke sebuah rumah sakit tempat dia bekerja sebagai dokter dengan mengendarai sebuah sepeda motor.

Rekaman CCTV yang agak suram itu menayangkan dua pria yang juga mengendarai sepeda motor dengan wajah yang ditutup mendekati sepeda motor korban yang wajahnya juga ditutupi kain dan tiba-tiba menyiramkan cairan asam.

Begitu terkena cairan asam perempuan itu berteriak minta tolong, namun para pejalan kaki dan sebagian lagi yang mengendarai sepeda lewat begitu saja tanpa memberikan bantuan.

Stasiun televisi NDTV melaporkan cairan asam itu mengenai sebagian wajah perempuan itu. Polisi kini tengah memeriksa rekaman CCTV tersebut untuk mengidentifikasi pelaku.

Serangan cairan asam khususnya terhadap perempuan sudah lama terjadi di India. Sasaran utama serangan semacam ini adalah perempuan dan biasa dilakukan di tempat-tempat umum sebagai bentuk pembalasan terkait pembayaran mas kawin, sengketa tanah atau lamaran yang ditolak.

Namun, serangan kali ini agak berbeda karena korban kepada polisi mengatakan tidak mengenal para pelaku atau mencurigai seseorang.

Biro Catatan Kriminal Nasional (NCRB) mencatat serangan terhadap perempuan di India cenderung terus meningkat. Data 2013 menunjukkan terjadi 309.546 kasus serangan terhadap perempuan meningkat dari angka 244.270 serangan pada 2012.

Data NCRB juga mencatat terjadi 225 serangan cairan asam antara rentang waktu 2010 hingga 2012. Mereka yang selamat dari serangan cairan asam ini biasanya harus menanggung bekas luka seumur hidupnya dan disingkirkan secara sosial.

Para Juli tahun lalu Mahkamah Agung India memberikan waktu tiga bulan bagi negara-negara bagian India untuk memperketat aturan penjualan cairan asam.

Namun, para aktivis hak-hak perempuan mengatakan hingga saat ini masih sangat mudah bagi siapapun di India membeli cairan asam yang dijual dengan harga yang sangat murah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.