Kompas.com - 23/12/2014, 21:25 WIB
EditorErvan Hardoko
LONDON, KOMPAS.com — Seorang wartawan asal Jerman, Jurgen Todenhofer, menjadi wartawan Barat pertama yang bisa masuk ke wilayah utara Irak yang dikuasai Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Selama 10 hari di wilayah itu, Todenhofer menyimpulkan bahwa aksi brutal yang dilakukan ISIS selama ini, termasuk pemenggalan sejumlah sandera Barat, belum mencapai puncaknya. Hal terburuk, kata Todenhofer, belum terjadi.

"Kesan paling kuat yang saya peroleh adalah ISIS jauh lebih kuat dari yang banyak diperkirakan, dan mereka sangat pandai," kata Todenhofer saat diwawancarai program Today di BBC Radio 4.

Dia menambahkan, semua anggota ISIS yang ditemuinya memiliki antusiasme yang luar biasa dan memiliki keyakinan akan kemenangan. Semua anggota ISIS, lanjut dia, sangat yakin akan memenangkan perang di Timur Tengah.

Todenhofer melanjutkan, setiap hari dia melihat ratusan orang datang untuk bergabung dengan ISIS, dan orang-orang baru itu datang dari seluruh dunia serta dari berbagai latar belakang.

"Mereka termasuk para sarjana. Bahkan, salah seorang dari mereka adalah seorang pengacara yang mengaku telah menolak sebuah tawaran pekerjaan menggiurkan dan memilih bertempur di Irak. Mereka berasal dari Swedia, Inggris, hingga AS," ujar Todenhofer.

Lebih lanjut, jurnalis Jerman itu menjelaskan, Kekalifahan Islam yang diproklamasikan ISIS tampaknya sudah berjalan seperti layaknya sebuah negara. ISIS berhasil mengatur keamanan di wilayahnya dan memelihara orang-orang miskin. Kondisi ini secara umum diterima sebagian besar orang yang tinggal di wilayah yang dikuasai kelompok itu.

"Situasinya sangat normal. Warga menerima mereka karena sebagian besar warga adalah pemeluk Sunni yang selama ini disingkirkan pemerintah Syiah Irak," ujar Todenhofer.

Todenhofer yang mengaku sempat berbincang dengan sejumlah pejuang ISIS mengatakan, mereka semua menunjukkan antusiasme bertempur dan membunuh musuh-musuh mereka.

"Mereka mengatakan, dibanding ISIS, rezim Khmer Merah Kamboja tak ada apa-apanya, dan Al Qaeda hanyalah sebutir kacang," kata Todenhofer.

Todenhofer mengakhiri wawancara itu dengan kesimpulan yang bisa memicu kegelisahan negara-negara Barat.

"Saya tak melihat ada pihak yang berpeluang menghentikan mereka (ISIS). Hanya bangsa Arab yang bisa menghentikan ISIS. Negara-negara Barat tak akan bisa menghentikan ISIS," kata Todenhofer mengakhiri pembicaraan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.