Wikilieaks Rilis Dokumen soal Operasi CIA di Eropa

Kompas.com - 23/12/2014, 20:56 WIB
Lambang CIA. AP PhotoLambang CIA.
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sebuah dokumen rahasia CIA berisi tuntunan agar para agen AS di Eropa bisa bergerak bebas menggunakan paspor palsu beredar di dunia maya. Dokumen-dokumen itu juga membeberkan kekhawatiran CIA terkait aturan Uni Eropa yang lebih ketat bisa membongkar penyamaran para agen rahasia AS di Benua Biru.

Dua dokumen rahasia yang dirilis Wikileaks itu menampilkan para agen CIA saat ini bisa memasuki dan beroperasi di 26 negara yang menggunakan skema Schengen dengan risiko sangat minimal.

Dokumen itu menyebut peluang para agen itu terdeteksi saat memasuki kawasan Schengen sangat kecil karena para penjaga perbatasan Eropa saat ini lebih fokus mengawasi imigran ilegal dan aktivitas kriminal bukan kontraintelijen.

Namun, para agen rahasia AS itu kini khawatir karena Uni Eropa memiliki rencana untuk memaksa para pelancong memberikan sidik jari mereka dan diambil fotonya saat pertama kali melintasi perbatasan Eropa.

CIA mengatakan sistem baru ini akan dioperasikan secara online pada 2014 dan dikhawatirkan meningkatkan ancaman pengungkapan identitas para agen rahasia yang beroperasi dengan menggunakan samaran.

Di bawah aturan saat ini, para agen CIA yang menggunakan paspor AS palsu bisa memasuki semua negara Schengen tanpa visa lalu bergerak melintasi Eropa dari Portugal hingga Finlandia tanpa perlu menunjukkan dokumen apapun.

Inggris memangbukan termasuk kawasan Schengen di mana para pelancong bisa melintasi perbatasan tanpa menunjukkan paspor, namun dokumen itu menyebut para agen CIA juga tak mengalami kesulitan saat memasuki wilayah Inggris.

Dalam salah satu kesempatan, seorang agen CIA pernah dihentikan petugas perbatasan karena penampilannya tidak seperti para diplomat AS yang membawa paspor diplomatik. "Agen itu berpakaian kasual sehingga tak sesuai dengan penampilan seorang pemegang paspor diplomatik," demikian isi dokumen CIA.

Agen yang tak disebutkan identitasnya itu kemudian harus menjalani pemeriksaan tingkat kedua oleh aparat keamanan Eropa yang kemudian menemukan jejak bahan peledak di dalam tas agen tersebut.

Agen tersebut bertahan dengan jawaban yang sudah disiapkan dengan mengatakan dia mengikuti sebuah latihan kontraterorisme di AS namun aparat Eropa tetap menaruh curiga dan menyimpulkan agen itu "mencoba menghindar dan pernah berlatih di kamp teroris".

Meski menaruh curiga, aparah keamanan akhirnya membiarkan agen veteran itu melanjutkan perjalanannya. 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X