Kompas.com - 22/12/2014, 16:26 WIB
Sandra seekora orangutan betina sudah tinggal di kebun binatang Buenos Aires, Argentina selama dua dekade. AP Photo/Natacha PisarenkoSandra seekora orangutan betina sudah tinggal di kebun binatang Buenos Aires, Argentina selama dua dekade.
EditorErvan Hardoko
BUENOS AIRES, KOMPAS.com — Seekor orangutan yang menjadi penghuni sebuah kebun binatang di Argentina "dibebaskan" dan akan dipindahkan ke sebuah suaka setelah pengadilan mengakui orangutan itu sebagai "pribadi non-manusia" yang kebebasannya dirampas secara ilegal.

Pada November lalu, para aktivis pencinta binatang mengajukan petisi habeas corpus, yang biasa digunakan untuk mempertanyakan legalitas penahanan seseorang. Para aktivis mewakili Sandra, seekor orangutan sumatera berusia 29 tahun yang menghuni kebun binatang Buenos Aires.

Asosiasi Pengacara Hak-hak Binatang (AFADA) menyambut baik keputusan pengadilan itu, yang disebut bisa menjadi preseden kasus-kasus serupa pada masa mendatang.

AFADA mengatakan, semua jenis kera memiliki fungsi kognitif yang memadai sehingga tak layak diperlakukan sebagai sebuah obyek.

Para hakim pengadilan dalam amar putusannya sepakat bahwa Sandra, yang lahir di kebun binatang Jerman sebelum dipindahkan ke Argentina dua dekade lalu, berhak memperoleh hak-hak dasar untuk "pribadi non-manusia".

"Keputusan ini membuka jalan, bukan hanya untuk kera-kera besar lain, melainkan juga bagi makhluk-makhluk berakal lain yang kebebasannya secara tidak adil dirampas di kebun binatang, sirkus, taman laut, dan laboratorium sains," kata pengacara AFADA, Paul Buompadre, kepada harian La Nacion, Minggu (21/12/2014).

Upaya semacam ini bukanlah yang pertama. Sebuah pengadilan di AS pada bulan ini menolak petisi serupa untuk membebaskan seekor simpanse bernama Tommy dari sebuah kebun binatang pribadi di New York.

Pengadilan New York memutuskan bahwa Tommy bukan manusia sehingga tidak memiliki hak dan perlindungan yang bisa didapat dengan petisi habeas corpus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X