Kompas.com - 21/12/2014, 14:21 WIB
Penjara Guantanamo digunakan AS untuk menahan terduga terorisme BBCPenjara Guantanamo digunakan AS untuk menahan terduga terorisme
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.COM - Empat tahanan Afganistan di Teluk Guantanamo telah dikirim kembali ke negara mereka, seperti disampaikan Pentagon. Shawali Khan, Khi Ali Gul, Abdul Ghani dan Mohammed Zahir dipulangkan setelah kasus mereka ditinjau kembali.

Delapan warga Afgan diyakini masih berada di penjara AS di Kuba bersama dengan 132 orang tahanan.

Presiden Barack Obama berjanji menutup penjara yang dibuka pada 2002 lalu yang digunakan untuk menahan "kombatan musuh" dalam pemahaman AS merupakan melawan terorisme, setelah peristiwa 9/11.

"Enam departemen dan badan yang tergabung dalam satgas secara bulat menyetujui pemulangan mereka dalam sidang peninjauan kembali kasus mereka, setelah mengkaji sejumlah faktor termasuk masalah keamanan diputuskan mereka tak memiliki tempat lain untuk pergi," seperti disampaikan Pentagon, Sabtu (20/12).

Empat warga Afgan - yang telah ditahan selama 10 tahun di Teluk Guantanamo - diterbangkan ke ibukota Afganistan di Kabul dengan menggunakan pesawat militer dan diserahkan ke otoritas setempat.

Sampai saat ini Pentagon belum memberikan penjelasan rinci mengenai pemulangan tersebut. Kuasa Hukum AS yang mewakili para tahanan mengatakan bahwa klien mereka tidak bersalah.

Wells Dixon, kuasa hukum Shawali Khan selama beberapa tahun, mengatakan kepada BBC World TV, "Mereka memutuskan secara bulat karena dia tidak mengancam orang lain".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya sangat terkejut dia tidak dibebaskan sejak beberapa tahun yang lalu".

Dixon menambahkan dia berharap dapat menyaksikan lebih banyak tahanan Guantanamo yang dibebaskan dalam waktu dekat.

Sementara itu, Dewan Perdamaian Tinggi Afganistan - badan yang dibentuk oleh pemerintah untuk menangani masalah tahanan- mengatakan empat orang tersebut akan dipertemukan kembali dengan keluarga mereka "dalam waktu dekat", seperti ditulis kantor berita Associated Press.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.