Obama dan Raul Castro Umumkan Upaya Normalisasi Hubungan

Kompas.com - 18/12/2014, 11:02 WIB
Pidato Presiden Raul Castro menyambut pengumuman Pesident Barack Obama. BBCPidato Presiden Raul Castro menyambut pengumuman Pesident Barack Obama.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.COM - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, memuji 'babak baru' dalam hubungan dengan Kuba saat mengumumkan upaya normalisasi diplomatik dan ekonomi kedua negara.

Menurut Obama, pendekatan AS selama ini sudah 'ketinggalan zaman; dan perubahan yang ditempuh merupakan yang paling penting dalam kebijakan AS atas Kuba dalam waktu 50 tahun belakangan.

Sementara Presiden Kuba, Raul Castro, menyambut perubahan kebijakan AS dalam pidato yang disiarkan TV pemerintah.

Langkah untuk memulai pembicaraan guna memulihkan hubungan tersebut ditempuh setelah pembebasan kontraktor AS, Alan Gross, dan tiga warga Kuba yang ditahan di Amerika Serikat.

Alan Gross yang berusia 65 tahun ditahan selama lima tahun di Kuba karena mencoba membuka layanan internet, yang dilarang di sana

Upaya pemulihan hubungan ini diumumkan lebih dari setahun setelah perundingan resmi di Kanada dan di Vatikan, yang melibatkan langsung Paus Fransiskus.

"Kepada mereka yang mendukung langkah ini, saya mengucapkan terima kasih telah menjadi mitra dalam upaya kami," kata Presiden Obama dalam pidato, Rabu 17 Desember.

"Secara khusus saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tahta Suci Paus Fransiskus, yang contoh moralnya memperlihatkan kepada kita pentingnya untuk berusaha mewujudkan dunia yang seharusnya dan bukan menerima saja dunia seperti apa adanya."

Sedangkan Presiden Raul Castro mengatakan dia berulang kali mengungkapkan kesediaan untuk berdialog secara hormat dengan Amerika Serikat berdasarkan kedaulatan yang seimbang.

"Itu posisi yang diajukan ke pemerintah Amerika Serikat secara terbuka dan secara pribadi oleh Kamerad Fidel (Castro) dalam beberapa momen dalam perjuangan kami yang panjang."

Tahun 2011, pemimpin revolusioner Kuba, Fidel Castro mundur dari jabatan pemimpin Partai Komunis Kuba setelah sebelumnya menyerahkan jabatan presiden kepada adiknnya, Raul Castro.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X