Kompas.com - 17/12/2014, 17:15 WIB
Warga Korea Utara menaruh karangan bunga di depan patung Kim Il Sung dan putranya, Kim Jong Il dalam peringatan dua tahun kematian ayah Kim Jong Un itu pada Selasa (17/12/2013) di Pyongyang. KNS / KCNA / AFPWarga Korea Utara menaruh karangan bunga di depan patung Kim Il Sung dan putranya, Kim Jong Il dalam peringatan dua tahun kematian ayah Kim Jong Un itu pada Selasa (17/12/2013) di Pyongyang.
EditorErvan Hardoko
PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Rabu (16/12/2014), memimpin  puluhan ribu personel militer negeri itu dan para petinggi partai dalam sebuah upacara untuk menandai berakhirnya masa berkabung selama tiga tahun atas kematian Kim Jong Il.

Dibalut mantel musim dingin dan mengenakan topi bulu berwarna hitam, Kim Jong Un berdiri tegap saat mendengarkan serangkaian pidato yang memuji mendiang ayahnya itu yang memerintah Korea Utara selama 17 tahun hingga wafat pada 2011.

"Kita akan mencapai sebuah Korea bersatu yang makmur dalam ketaatan kepada tuntunan pemimpin besar kami Kim Jong Il," kepala negara Korea Utara Kim Yong Nam di Pyongyang.

Stasiun televisi pemerintah menampilkan Kim Jong Un berjalan dengan sedikit terpincang-pincang di Istana Matahari Kumsusan yang menyimpan jasad Kim Il Sung dan Kim Jong Il yang diawetkan.

"Kami merindukan untuk bertemu dengan ayah jenderal yang agung. Dalam diri pemimpin kami (Kim Jong Un) kami bisa melihat sosok jenderal hidup selama-lamanya," ujar seorang penyiar televisi Korea Utara.

Tepat tengah hari kereta api, kapal laut dan berbagai kendaraan bermotor di negeri itu membunyikan klakson dan sirene yang kemudian diikuti dengan suasana hening selama tiga menit.

Stasiun televisi pemerintah menampilkan antrean panjang warga yang akan meletakkan karangan bunga di patung Kim Jong Il dan Kim Il Sung setinggi 22 meter di Bukit Mansu, Pyongyang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Meski suhu Desember ini sangat membekukan, hati kami tetap hangat dan kesetiaan kami semakin kuat," ujar seorang penyiar televisi pemerintah Korea Utara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.