Ledakan Bom Mobil di Yaman Tewaskan 20 Anak Sekolah

Kompas.com - 17/12/2014, 09:23 WIB
Anggota milisi Huthi menggotong seorang korban bom bunuh diri yang meledak di kerumunan pendukung pemberontak Syiah di ibu kota Yaman, Sanaa. MOHAMMED HUWAIS / AFPAnggota milisi Huthi menggotong seorang korban bom bunuh diri yang meledak di kerumunan pendukung pemberontak Syiah di ibu kota Yaman, Sanaa.
EditorEgidius Patnistik
SANAA, KOMPAS.COM - Dua ledakan bom mobil menewaskan sedikitnya 31 orang, termasuk 20 anak-anak, di kota Radaa di Yaman tengah ketika tersangka militan Al Qaeda menyasar para pejuang Houthi, Selasa (16/12/2014), kata sejumlah pejabat keamanan senior dan penduduk setempat kepada CNN.

Sebuah bom mobil menghantam tempat pertemuan Houthi, tetapi bom yang lainnya tidak sampai ke sasaran dan malah meledak di sebelah sebuah bus yang mengangkut anak-anak yang sedang pulang sekolah, kata sejumlah pejabat. Semua anak-anak yang tewas berusia di bawah usia 12 tahun, kata Osama Sari, seorang aktivis terkemuka yang pro-Houthi. Sebanyak 11 milisi Houthi tewas, kata seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri.

Sejumlah saksi mata mengatakan kepada CNN bahwa jumlah korban tewas di kalangan Houthi 18 orang. Setidaknya belasan orang lainnya terluka, enam di antaranya dalam kondisi kritis, kata sejumlah sumber medis di Radaa kepada CNN.

Radaa merupakan kubu pertahanan Al Qaeda yang jatuh ke tanggan para pejuang Houthi setelah bentrokan pada Oktober lalu yang menewaskan ratusan dari kedua belah pihak. Al Qaeda sejak itu mengintensifkan serangan terhadap sasaran Houthi, melakukan serangan harian yang menewaskan ratusan warga Houthi dan warga sipil tak berdosa.

Houthi mengikuti sekte Zaidi dalam Islam dan dianggap sebagai kaum Muslim Syiah oleh Al Qaeda, yang merupakan jaringan teroris yang beraliran Sunni.

Sari mengatakan bahwa sebagian besar yang tewas adalah anak-anak dan bahwa serangan itu bertanda Al-Qaeda. "Bom-bom mobil bunuh diri itu bertujuan langsung menyerang kamp Houthi. Ketika mereka gagal mencapai sasaran inti, banyak anak-anak yang tidak bersalah jadi kehilangan nyawa mereka," kata Sari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.