Kompas.com - 16/12/2014, 21:05 WIB
Rob O'Neill, anggota pasukan elite Navy SEAL, yang mengaku telah menembak mati Osama bin Laden dalam operasi di Abbottabad, Pakistan, pada Mei 2011. TwitterRob O'Neill, anggota pasukan elite Navy SEAL, yang mengaku telah menembak mati Osama bin Laden dalam operasi di Abbottabad, Pakistan, pada Mei 2011.
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Robert O'Neill, mantan anggota pasukan elite Navy SEAL yang menembak mati Osama bin Laden, menghajar sekelompok berandalan yang menyatroni kediamannya.

Dalam insiden itu, O'Neill tak terluk, tetapi kelima berandalan itu bernasib buruk. Mereka mengalami luka cukup serius dan kini harus dirawat intensif di rumah sakit.

Komisioner polisi kota Butte, Montana, Bartholomew S Harrington, kepada Associated Press mengatakan, kelima pria itu adalah anggota sebuah geng lokal yang kerap meresahkan masyarakat.

Mereka dikenal sebagai penagih utang para pecandu narkob, tetapi tak jarang mereka menyerang rumah yang salah. Mereka sebenarnya mengincar pria yang tinggal di sebelah kediaman O'Neill. Entah bagaimana mereka justru masuk ke dalam kediaman sang veteran perang itu.

"Bapak O'Neill baru saja akan tidu, tetapi kembali terjaga ketika mendengar suara keras di bagian belakang kediamannya. Saat para berandalan itu memasuki rumahnya, O'Neill dengan menggunakan taktik perang jarak dekat melucuti senjata para penyerang," kata Harrington.

"Setelah berhasil melumpuhkan lima berandalan itu dan mengamankan kediamannya, O'Neill menyeduh kopi sebelum menelepon kantor polisi. Berandalan itu benar-benar salah sasaran kali ini," tambah Harrington tak bisa menyembunyikan rasa gelinya.

Kepada harian Butte Daily Times, O'Neill justru tak banyak berbicara soal insiden tersebut. "Itu bukan hal yang luar biasa. Anak-anak itu tak bisa menjalankan rencananya dengan benar dan menyerang sasaran yang salah," kata O'Neill.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya sebenarnya tak suka mematahkan pergelangan tangan dan lutut mereka, tetapi semua itu diperlukan untuk melumpuhkan mereka. Saya harap mereka mendapatkan uang yang mereka tagih begitu mereka keluar dari penjara dan memutuskan untuk hidup lebih baik," tambah O'Neill.

Sementara itu, sang tetangga yang menjadi sasaran para berandalan itu tampaknya telah lama meninggalkan rumah tersebut. Berdasarkan penyelidikan polisi, pria itu berutang sekantong ganja dengan harga 50 dollar AS.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.