Kompas.com - 16/12/2014, 11:42 WIB
EditorEgidius Patnistik
SYDNEY, KOMPAS.COM — Penyanderaan selama hampir 17 jam di Sydney, Australia, Senin (15/12/2014) pagi hingga Selasa dini hari, berakhir dramatis saat polisi terpaksa menyerbu Lindt Cafe, lokasi penyanderaan itu berlangsung, setelah mendengar suara tembakan dari dalam tempat itu.

Pria bersenjata yang melakukan penyanderaan ditembak dan tewas hanya beberapa menit setelah sejumlah sandera berlarian dari Lindt Cafe dengan tangan terangkat tinggi di atas kepala.

Pada pukul 02.03 waktu setempat, seorang pria muncul dengan tangan di atas kepala dan kemudian tengkurap di tanah di depan polisi. Beberapa detik kemudian, lima hingga tujuh lebih sandera lain melarikan diri melalui pintu samping kafe di Jalan Martin Place di pusat kota Sydney. Tiga pria dan dua perempuan terlihat berjalan keluar dari gedung tempat mereka ditahan, oleh pria bersenjata bernama Man Haron Monis yang menyebut dirinya sebagai ulama, sejak sebelum pukul 10.00 pada hari Senin.

Penderitaan akibat teror yang dialami terukir di wajah mereka ketika mereka berlari ke tempat aman ke arah petugas bersenjata.

Wartawan Seven Network, Chris Reason, yang menyaksikan penyanderaan itu dari newsroom-nya di seberang jalan, mengatakan, Monis berusaha untuk memindahkan para sandera dari satu sisi kafe ke sisi yang lain ketika kelompok itu memisahkan diri.

"Ada pergerakan di kafe, si pria bersenjata memindahkan para sandera melewati jendela, dua sandera lainnya berubah posisi," kata Reason lewat Twitter.

Diyakini bahwa Monis kemudian menembakkan senjatanya. Tembakan itu dilaporkan telah menewaskan salah seorang tawanannya. Hal itulah yang tampaknya menjadi pemicu bagi polisi untuk melakukan serbuan pada pukul 02.14.

Polisi memastikan bahwa mereka menyerbu gedung itu setelah mendengar suara tembakan dari dalam. Dalam hitungan detik, mereka meledakkan pintu kafe dan melepaskan tembakan dengan senjata otomatis, juga melemparkan apa yang tampaknya merupakan granat kejut.

Suara ledakan bergema dan kilatan tembakan senapan dan granat menerangani daerah itu. Tembakan berlangsung kurang dari dua menit dan para sandera muncul setelah serangan polisi itu.

Salah seorang sandera perempuan yang terluka diangkut dua petugas polisi dan tiga sandera lainnya ditandu paramedis.

Sejumlah polisi yang mengenakan pakaian lapis baja kemudian berjalan di samping bangunan saat sebuah robot penjinak bom memasuki kafe.

Pada pukul 02.35, polisi New South Wales memastikan bahwa pengepungan itu berakhir. Sandera yang terluka dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Sydney oleh puluhan petugas medis.

Pada sekitar pukul 05.30, polisi memastikan bahwa seorang sandera perempuan berusia 38 tahun dan pria berusia 34 tahun tewas. Pria bersenjata, yang berusia 50 tahun, juga tewas. Para sandera yang selamat dibawa ke Rumah Sakit Prince Alfred dan St Vincent untuk menjalani perawatan. Seorang polisi juga dirawat karena menderita luka di wajah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber Daily Mail
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.