Kompas.com - 16/12/2014, 08:08 WIB
EditorEgidius Patnistik
SYDNEY, KOMPAS.COM - Seorang pria yang melakukan penyanderaan di Lindt Cafe yang kemudian ditembak mati adalah Man Haron Monis, seorang warga asal Iran yang memiliki beberapa catatan kriminal. Menurut mantan pengacaranya, Monis bertindak sendirian dan bukan bagian dari organisasi teroris terencana.

Monis, yang mendapatkan suaka politik di Australia, saat ini menjalani tahanan luar setelah dituduh melakukan beberapa tindak kriminal, termasuk berperan atas meninggalnya mantan istrinya.

Dia juga menghadapi tuduhan melakukan 40 lebih penganiayaan seksual dan dinyatakan bersalah mengirim surat kepada keluarga tentara Australia yang gugur dalam tugas di luar negeri.

Menurut laporan, polisi mulai melakukan kontak dengan Monis sepanjang hari Senin (15/12/2014) sebelum kemudian petugas menyerbu gedung Lindt Cafe hari Selasa dinihari pukul 02.00.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott menjelaskan lebih banyak latar belakang Monis dalam keterangan persnya pada Selasa pagi.

"Yang kami ketahui, pelaku adalah orang yang dikenal oleh pihak berwenang. Dia memiliki sejarah panjang melakukan tindak kekerasan, ketidakstabilan mental, dan memiliki paham esktrim. Kami tahu dia pernah mengirim surat kepada keluarga tentara Australia yang tewas dalam tugas di Afganistan, dan dinyatakan bersalah atas tindakan tersebut. Kami juga tahu bahwa dia memasang gambar-gambar ekstrimis di dunia maya. Dan di saat penyanderaan berlangsung kemarin, dia ingin membungkus kegiatannya dengan simbol sekte mematikan ISIS."

Mantan penasehat hukum Monis, Manny Conditsis menggambarkan Monis sebagai seseorang yang hidup menyendiri, sehingga besar kemungkinan dia bertindak sendirian. "Ideologinya begitu kuat sehingga mengelabui visinya mengenai hal yang masuk akal dan objektif," kata Conditsis.

Conditsis mewakili Monis tahun lalu ketika dia dituduh berkomplot atas pembunuhan mantan istrinya Noleen Hayson Pal, yang ditusuk dan dibakar di luar unitnya di  Sydney Barat.

"Melihat kenyataan bahwa dia terlibat tindakan kejahatan serius, juga kenyataan bahwa ketika ditahan dia mendapat perlakuan buruk, saya kira dia mungkin merasa tidak ada lagi yang dimilikinya. Mungkin itulah yang membuat dia melakukan hal seperti ini."

Conditsis juga mengatakan bahwa selama di penjara Monis mendapat perlakukan buruk. "Dia mengalami beberapa hal yang sangat-sangat tidak menyenangkan, termasuk adanya kotoran manusia yang dilempar ke arahnya dan ke selnya," kata Conditsis lagi.

Conditsis mengatakan bahwa tindak penyanderaan kemarin bukanlah tindakan organisasi teroris terorganisir. "Ini tindakan individu. Ini bukan tindakan terorisme terencana. Ini adalah tindakan seseorang yang tidak waras, yang melakukan sesuatu yang mengerikan," kata Conditsis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.