Remaja China yang Dieksekusi 18 Tahun Lalu Kini Dinyatakan Tak Bersalah

Kompas.com - 15/12/2014, 12:37 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorEgidius Patnistik
BEIJING, KOMPAS.COM - Seorang remaja China yang dieksekusi mati 18 tahun setelah dinyatakan bersalah karena melakukan pembunuhan dan pemerkosaan, pada Senin (15/12/2014) dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan dalam sebuah pemeriksaan ulang yang langka terkait putusan yang salah.

Remaja 18 tahun, bernama Hugjiltu yang juga dikenal sebagai Qoysiletu, itu dinyatakan bersalah dan dihukum mati di Mongolia Dalam tahun 1996. Namun keraguan mencuat terkait putusan ketika seorang pria lain mengaku telah melakukan kejahatan pada tahun 2005 tersebut.

"Pengadilan Rakyat Tinggi Mongolia Dalam menemukan vonis bersalah terhadap Hugjiltu ... tidak konsisten dengan fakta-fakta dan tidak cukup bukti," kata pengadilan di Hohhot dalam sebuah pernyataan. "Hugjiltu dinyatakan tidak bersalah."

Pengadilan ulang itu dilakukan setelah ada janji oleh para pemimpin Partai Komunis yang berkuasa untuk memperkuat aturan hukum "dengan karakteristik China", sebuah konsep yang para pakar katakan merujuk pada kontrol pusat yang lebih besar atas pengadilan ketimbang independensi peradilan.

Sejumlah foto beredar di media sosial yang memperlihatkan wakil ketua pengadilan meminta maaf kepada orang tua Hugjiltu dan menawarkan kepada mereka kompensasi senilai 30.000 yuan (atau Rp 61,4 juta) meskipun hal ini belum bisa segera dikonfirmasi.

Pengadilan daerah mengatakan, pengakuan Hugjiltu tidak cocok dengan laporan otopsi serta menjadi tidak konsisten dengan "bukti-bukti lain", dan bahwa bukti DNA yang disajikan di persidangan tidak secara definitif menghubungkan dia dengan kejahatan tersebut.

Dalam kasus Hugjiltu itu, pihak berwenang menginterogasi remaja itu selama 48 jam, setelah itu dia mengaku telah memperkosa dan mencekik perempuan tersebut di toilet di sebuah pabrik tekstil, lapor China Daily yang merupakan koran milik pemerintah pada November. Dia dieksekusi 61 hari setelah kematian perempuan itu.

Keluarga Hugjiltu berupaya untuk membuktikan bahwa remaja itu tidak bersalah selama hampir satu dekade, kata laporan itu, dan Pengadilan Rakyat Tinggi secara resmi mulai mengadili ulangan kasus itu pada November lalu.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X