Kompas.com - 12/12/2014, 23:06 WIB
EditorBayu Galih

BUSAN, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, pertemuan puncak para pemimpin negara-negara ASEAN dan Korea Selatan dalam KTT Dialog ASEAN-Korsel ke-25 di Busan, Korea Selatan, Jumat (12/12/2014), menjadikan penyakit mematikan Ebola sebagai salah satu agenda pembicaraan. Menurut Jokowi, hal ini dianggap penting karena memberikan efek kepanikan yang akan berdampak pada stabilitas perekonomian.

"Kita memberikan peringatan kepada kita semuanya untuk penularan dari Ebola. Penting sekali, untuk kawasan kita karena kalau tidak ditangani serius akan berimbas pada masalah ekonomi, kepanikan, dan menyebakan masalah ekonomi," kata Jokowi, kepada wartawan di Pesawat Kepresidenan saat menuju Tanah Air.

Untuk itu, kesadaran dalam peningkatan hubungan kerja sama antara negara ASEAN dan Korea Selatan menjadi tema besar dalam KTT yang ke-25 tersebut. Karena itu sejumlah agenda yang dibahas, di antaranya mengenai perlunya menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian kawasan. "Stabilitas keamanan dan perdamaian ini penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang sedang berkembang baik di kawasan," kata dia.

Jokowi menambahkan bahwa peningkatan kerja sama dalam penanganan bencana juga menjadi pembahasan, mengingat kawasan ASEAN-Korea merupakan wilayah yang rawan bencana alam.

Sedangkan Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, dalam KTT itu, para pemimpin bersepakat untuk melakukan tindakan pencegahan dan tukar-menukar informasi terkait dengan penyakit Ebola.

Selain itu, menurut Sofyan, para pemimpin juga menyepakati untuk meningkatkan perdagangan antara wilayah ASEAN dan Korea. Saat ini, Sofyan melanjutkan, nilai perdagangan ASEAN dan Korea Selatan mencapai 135 miliar dolar AS. Pada tahun 2020, para pemimpin kedua pihak menargetkan nilai perdagangan mencapai 200 miliar dolar AS.

Menko menambahkan bahwa KTT juga sepakat untuk terus mendorong peningkatan investasi Korea Selatan di negara-negara ASEAN.

Rencananya, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma malam ini. Presiden tiba setelah enam jam lebih terbang dari Busan, Korea Selatan. Presiden melakukan lawatan selama dua malam, 10--12 Desember 2014.

Selain menghadiri KTT Dialog ASEAN-Korsel, Presiden juga meninjau pabrik kapal DSME, bertemu dengan masyarakat Indonesia, pertemuan bilateral dengan Presiden Korsel Park Geun-hye, serta serangkain pertemuan dengan para pengusaha Korsel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.