Nelayan Selamat Setelah 12 Hari Terombang-ambing di Kapal Kecil di Hawaii

Kompas.com - 12/12/2014, 15:35 WIB
Komandan AL AS, John Barsano, menyambut Ron Ingraham di atas kapal USS Paul Hamilton setelah dia diselamatkan pada Selasa lalu. US Navy/APKomandan AL AS, John Barsano, menyambut Ron Ingraham di atas kapal USS Paul Hamilton setelah dia diselamatkan pada Selasa lalu.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.COM — Setelah 12 hari bertahan hidup dengan memakan ikan mentah saat hilang di laut, seorang nelayan Hawaii, Ron Ingraham (67 tahun), punya sebuah permintaan sederhana kepada teman-teman yang berkumpul untuk menyambutnya ketika Penjaga Pantai AS (US Coast Guard) membawanya pulang, yaitu "Adakah yang punya rokok?"

Jerusula Manaba dan suaminya, Dedric, teman-teman Ingraham, memberinya satu pak rokok, sekalung bunga, dan sebuah pemancar radio yang dapat menunjukkan posisi darurat guna berjaga-jaga jika Ingraham hilang lagi. "Jangan lagi kamu lakukan ini kepada kami," kata Manaba kepada temannya itu.

Pertemuan di Pelabuhan Kaunakakai pada Rabu (10/12/2014) itu menandai akhir dari sebuah misteri buat teman-teman dan keluarga yang telah merencanakan pemakaman untuk Ingraham pada akhir pekan ini.

Coast Guard telah menangguhkan pencarian terhadap Ingraham lebih dari seminggu yang lalu. "Kami senang bahwa dia ditemukan. Kami sangat gembira bahwa kami dapat memberikan penutupan yang positif," kata Juru Bicara Coast Guard Letnan Scott Carr. "Adalah keputusan yang benar-benar sulit untuk menangguhkan pencarian."

Ingraham hilang di laut sejak 27 November pagi, ketika ia menyampaikan dua panggilan darurat yang mengatakan bahwa kapal layarnya sepanjang 7,62 meter, yaitu Malia, sedang kemasukan air dan terancam tenggelam 75 kilometer di barat Oahu.

Seorang awak Coast Guard tiba di daerah itu dalam waktu satu jam, tetapi tidak menemukan Ingraham ataupun Malia. "Kami tidak tahu apakah kapal telah kemasukan air, dan kami bertanya kepada diri sendiri, 'Apakah kapal itu sudah tenggelam?'" kata Carr.

Para awak Coast Guard dan Angkatan Laut melakukan misi terbang 59 kali yang meliputi area seluas 31.000 kilometer persegi. Pencarian dihentikan pada 1 Desember. Kemudian, Selasa pagi, Coast Guard mendapat sebuah panggilan darurat delapan detik dari Ingraham, sekitar 100 kilometer di sebelah selatan Honolulu.

Kapal perusak AS, Paul Hamilton, berada 22 kilometer dari lokasi dan menanggapi panggilan Ingraham. Para awak sampai ke lokasi Malia dalam beberapa jam kemudian. Carr mengatakan, mereka menemukan Ingraham dalam kondisi lemah, kelaparan, dan dehidrasi.

Ingraham dan perahunya ditarik ke Kaunakakai di Pulau Molokai pada Rabu pagi.

Ingraham pergi memancing sendirian. Dia sedang menuju ke arah Manele Bay di Pulau Lanai saat dia hilang.

Dia sering pergi ke sana untuk menangkap ikan dan menjual hasil tangkapannya, kata Manaba (47 tahun), yang suaminya biasa menangkap ikan bersama Ingraham.

Walau mengalami hal itu, Ingraham tampak baik-baik saja ketika dia tiba di daratan pada Rabu, kata Manaba. "Dia merupakan orang yang sangat sedikit berbicara," katanya. "Dia memeluk semua orang dan mengucapkan terima kasih kepada semua orang dan terus berjalan."

"Ketika komandan Coast Guard mengatakan kepada saya bahwa dia akan menghentikan pencarian, saya bilang, 'Kawan, saya tidak berpikir Anda harus menghentikan pencarian karena saya tidak yakin dia sudah meninggal,'" kata anak Ingraham, Zakary, kepada situs Hawaii News Now. "Dua belas hari, kawan. Dia seorang juara! Dia tangguh!"

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X