Kompas.com - 11/12/2014, 08:06 WIB
Senator AS, Tom Udall (kanan), merayakan kemenangan setelah dipastikan terpilih kembali dalam pemilu Senat AS di Albuquerque, Negara Bagian New Mexico (4/11/2014). APSenator AS, Tom Udall (kanan), merayakan kemenangan setelah dipastikan terpilih kembali dalam pemilu Senat AS di Albuquerque, Negara Bagian New Mexico (4/11/2014).
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.COM - Senator Tom Udall, anggota Komisi Kebijakan Luar Negeri Senat AS, menganjurkan pembentukan komisi kebenaran dan rekonsiliasi terkait kejahatan HAM era tahun 1965-1966 di Indonesia.

Tom Udall Senator Amerika dari negara bagian New Mexico hari Rabu (10/12) mengimbau dirilisnya dokumen rahasia terkait pelanggaran HAM di Indonesia pada era tahun 1965-1966.

Dalam sidang DPR, anggota Komisi Kebijakan Luar Negeri Senat itu mengatakan Indonesia sebagai negara yang berperan penting di kawasan Asia dan negara demokrasi ke tiga terbesar dunia, harus menyelesaikan pelanggaran HAM-nya di masa lalu yang menyangkut pembunuhan masal ratusan ribu rakyat Indonesia.

Kepada pemerintah Indonesia Senator Udall menganjurkan pembentukan komisi kebenaran dan rekonsiliasi terkait kejahatan ini. Ia juga mengatakan Amerika harus menjelaskan apa yang diketahui dan harus mengungkap informasi yang dimilikinya.

Sejarah 1 Oktober 1965 sangat getir, enam jendral dibunuh, dan PKI dituding sebagai penyebab kematian mereka untuk membenarkan pembunuhan secara masal. CIA menyebut peristiwa itu pembunuhan masal terburuk dalam abad ke 20.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.