Sejak Konflik Melawan ISIS, 727 Pejuang Kurdi Tewas

Kompas.com - 10/12/2014, 16:50 WIB
Pasukan Peshmerga Kurdi tengah menghadapi pasukan ISIS di Provinsi Diyala, Irak. Sementara itu dikabarkan pada Senin (29/9/2014), pasukan ISIS semakin mendekati ibu kota Baghdad. SAFIN HAMED / AFPPasukan Peshmerga Kurdi tengah menghadapi pasukan ISIS di Provinsi Diyala, Irak. Sementara itu dikabarkan pada Senin (29/9/2014), pasukan ISIS semakin mendekati ibu kota Baghdad.
EditorErvan Hardoko
BAGHDAD, KOMPAS.com — Pemerintah daerah otonomi Kurdi Irak, Rabu (10/12/2014), mengatakan, sebanyak 727 pejuang Kurdi tewas dalam konflik menghadapi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sejak Juni lalu.

Dalam pernyataan resminya, pasukan Peshmerga menambahkan, sebanyak 3.564 personelnya terluka dalam konflik yang sudah berlangsung selama enam bulan terakhir itu.

"Korban tewas dan luka termasuk para perwira, bintara, anggota Asayish (intelijen), kepolisian, dan veteran Peshmerga," lanjut pernyataan itu.

Kementerian Peshmerga mengatakan, data korban itu mencakup masa enam bulan terakhir sejak 10 Juni, saat ISIS yang sudah menguasai sebagian wilayah Suriah melancarkan serangan kilat di Irak.


Saat ISIS melancarkan serangan kilatnya di Irak pada 9 Juni, pasukan federal Irak binasa, para komandan dan pasukan infantri kerap meninggalkan garis depan tanpa bertarung.

Saat itulah pasukan Peshmerga Kurdi mengisi kekosongan dengan menduduki kawasan sengketa yang sudah lama mereka klaim dari pemerintah federal Irak. Situasi ini secara de facto memperluas wilayah Kurdi hingga 40 persen.

Namun, pasukan Kurdi terpaksa mundur dari beberapa wilayah yang baru mereka kuasai ketika ISIS, yang menjadikan kota Mosul sebagai ibu kota mereka, melancarakan serangan kilat kedua pada Agustus.

Serangan kedua itu membawa pasukan ISIS semakin mendekati ibu kota Kurdi, Arbil. Situasi inilah yang membuat Presiden AS Barack Obama memerintahkan serangan udara terhadap ISIS empat bulan lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X