Gedung Putih: Selasa, Komite Pertahanan Senat Akan Publikasikan Laporan Penyiksaan CIA

Kompas.com - 09/12/2014, 03:04 WIB
Lambang CIA. AP PhotoLambang CIA.
EditorPalupi Annisa Auliani
WASHINGTON, KOMPAS.com -- Gedung Putih, Senin (8/12/2014), memastikan informasi bahwa laporan investigasi Senat soal praktik penyiksaan oleh badan intelijen Amerika (CIA) saat menginterogasi para tersangka terkait Al Qaeda akan dipublikasikan pada Selasa (9/12/2014).

Dengan sangat banyak pengeditan, laporan itu diharapkan bisa menjadi pemberat dakwaan terhadap para pelaku program rahasia yang menginterogasi lebih dari 100 orang tahanan terkait Al Qaeda. Sebelumnya, Presiden Barack Obama sudah menyebut praktik ini sebagai penyiksaan.

"Kami telah mendengar dari Komite (Pertahanan di Senat) bahwa mereka berniat mengeluarkan laporan tersebut besok (Selasa, red)," kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, Senin.

Earnest mengatakan sejumlah langkah hati-hati telah ditempuh untuk memperkuat keamanan di fasilitas dan misi diplomatik Amerika di luar negeri, sebagai langkah jaga-jaga bila ada bagian laporan yang bocor dan memicu kemarahan pihak terkait.

"Pemerintah sangat mendukung publikasi ringkasan bagian non-rahasia dari laporan ini," kata Earnest, sembari menekankan bahwa Obama sudah melarang keras penggunaan metode interogasi tersebut.

Laporan ini mengungkap perlakuan CIA terhadap 100 tersangka yang diduga terkait dengan Al Qaeda selama Amerika menjalankan operasi rahasia pada 2001 hingga 2009. Metoda interogasi ini kerap disebut sebagai teknik "menyiksa tanpa menyentuh" (no touch torture).

Beberapa di antara teknik menyiksa ini adalah mengguyur kepala tahanan yang tangan dan kakinya terikat (waterboarding), menempatkan tersangka dalam posisi sangat tak nyaman di ruangan sempit (stress positions), mendengarkan musik sangat kencang selama berjam-jam, dan beragam teknik penyiksaan lain.

Kuasa hukum CIA menyatakan metoda itu telah menyelamatkan banyak nyawa orang Amerika, seiring terungkapnya jaringan Al Qaeda. Namun, para pengkritik menyebut teknik penyiksaan oleh CIA ini bertentangan dengan nilai-nilai Amerika dan justru mengeraskan perlawanan terhadap Amerika. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.