Sebelum MH17 Jatuh, Ukraina Sudah Diminta Tutup Wilayah Udaranya

Kompas.com - 08/12/2014, 21:23 WIB
AFP PHOTO / DOMINIQUE FAGET Puing pesawat Malaysia Airlines yang membawa 295 orang penumpang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur yang jatuh di Kota Shaktarsk, timur Ukraina, Kamis (17/8/2014).
KIEV, KOMPAS.com - Pemerintah Ukraina telah mendapatkan peringatan dari otorita penerbangan sipil Eropa untuk menutup wilayah udara di kawasan timur negeri itu beberapa hari sebelum Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh dan menewaskan 298 orang penumpang dan awak.

Harian terbitan London The Sunday Times mengabarkan para pakar dari Eurocontrol, sebuah badan pengelola lalu lintas udara Eropa, secara khusus sudah berbicara dengan pemerintah Ukraina.

Dalam pembicaraan itu Eurocontrol menyatakan kekhawatirannya terkait keamanan di wilayah udara Ukraina terkait konflik bersenjata di kawasan timur negeri itu yang berbatasan dengan Rusia.

Para pakar Eurocontrol bahkan menyebut pasukan pemberontak di Ukraina timur telah mendapatkan persenjataan anti-pesawat udara dan telah memiliki kemampuan untuk mengunci frekuensi komunikasi.

Meski tidak memiliki wewenang untuk melakukan intervensi, Eurocontrol mendesak pemerintah Ukraina agar mengubah jalur udaranya. Apalagi beberapa hari sebelum tragedi MH17, empat pesawat militer Ukraina, termasuk pesawat kargo Antonov dan beberapa jet tempur Ukraina ditembak jatuh di kawasan itu.

Setelah jatuhnya Antonov pada 14 Juli, pemerintah Ukraina meningkatkan ketinggian minimal pesawat terbang sipil dari 26.000 kaki menjadi 32.000 kaki, namun menolak untuk menutup wilayah udaranya.

Tiga hari setelah keputusan itu, Malaysia Airlines MH17 jatuh ditembak saat menjelajah di ketinggian 33.000 kaki. Hasil penyelidikan diduga kuat MH17 jatuh karena dihantam misil dari senjata anti-pesawat terbang.

Fakta baru ini muncul di saat keluarga korban tragedi MH17 menulis surat kepada PM Belanda Mark Rutte agar mendesak PBB mengambil alih investigasi tragedi tersebut. Selama ini, investigasi dilakukan Badan Keselamatan Penerbangan Belanda dibantu kepolisian Belanda dan Australia.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErvan Hardoko

Terkini Lainnya

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Internasional
Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Internasional
Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Internasional
Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

Internasional
YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

Internasional
PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

Internasional
Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Internasional
Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Internasional
Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Internasional
Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Internasional
Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Internasional
Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Internasional
Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Internasional
Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Internasional

Close Ads X