Kompas.com - 08/12/2014, 17:21 WIB
Kepolisian Papua Niugini. ABC AustraliaKepolisian Papua Niugini.
EditorErvan Hardoko

PORT MORESBY, KOMPAS.com — Kepolisian dan tentara Papua Niugini membentuk tim gabungan untuk menyelidiki insiden baku tembak antara kedua belah pihak yang menyebabkan empat orang dirawat di rumah sakit karena luka-luka.

Beberapa toko di kawasan tempat konfrontasi terjadi masih menutup bisnis mereka dan ada laporan terjadinya penjarahan setelah insiden baku tembak tersebut.

"Setelah insiden semalam, yang berawal dari pertengkaran antara para tentara dan polisi yang mabuk, perwira senior dari kedua belah pihak sekarang membentuk tim bersama untuk melakukan penyelidikan," kata Wakil Kepala Kepolisian Papua Niugini, Commissioner Jim Andrews, Senin (8/12/2014).

"Saya menyerukan kepada semua anggota kepolisian untuk tidak melakukan tindakan provokasi atau melakukan tindakan kekerasan lebih lanjut terhadap Pasukan Pertahanan Papua Niugini (PNGDF)," tambah Andrews.

Keributan dimulai Sabtu (6/12/2014) dini hari di kawasan Boroko, di ibu kota Papua Nugini, Port Moresby. Polisi mengatakan beberapa tentara yang mabuk kemudian melakukan keributan di depan sebuah kelab malam.

Polisi kemudian menahan beberapa orang tentara di kantor polisi di Boroko. Tidak berapa lama kemudian, sekelompok tentara lainnya mendatangi kantor polisi dan membebaskan tiga tentara dari tahanan.

"Polisi dan tentara kemudian terlibat dalam baku tembak, dan terjadi beberapa penembakan," kata Andrews.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Empat orang tentara dibawa ke rumah sakit dengan luka tembakan. Pada akhir pekan, polisi dan tentara kemudian membuat pos penjagaan darurat di kawasan masing-masing. Polisi sekarang mengatakan situasi sudah terkendali dan perwira senior dari militer dan polisi mengadakan jumpa pers bersama hari Sabtu.

"Kami tidak mau berspekulasi terlebih dahulu," kata Kolonel Vagi Oala, pejabat sementara Kepala Staf Angkatan Bersenjata Papua Niugini.

"Tindakan disiplin akan diberlakukan terhadap anggota dari dua kesatuan ini yang melanggar hukum," kata Komisioner Andrews.

Terdapat sekitar 70 anggota Polisi Federal Australia (AFP) yang ditempatkan di Papua Niugini guna memberikan bantuan pelatihan, tetapi mereka tidak terlibat dalam insiden tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X