Polisi Australia Sita 4 Tengkorak Asmat

Kompas.com - 05/12/2014, 21:01 WIB
Pemahat dari Suku Asmat, Papua, mendemonstrasikan ketrampilan mereka di stan Museum Asmat Taman Mini Indonesia Indah pada pameran The Museum Week 2013 di mal Senayan City, Jakarta, Rabu (28/8/2013).  KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Pemahat dari Suku Asmat, Papua, mendemonstrasikan ketrampilan mereka di stan Museum Asmat Taman Mini Indonesia Indah pada pameran The Museum Week 2013 di mal Senayan City, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
Penulis Susi Ivvaty
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com -- Kepolisian Australia (AFP), Jumat (5/12/2014), menyita empat "tengkorak" Asmat. AFP melakukan penyitaan ini untuk menindaklanjuti nota diplomatik dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Australia.

"Hari ini ditangkapnya. Saya mendapat SMS dari KBRI di Australia mengenai perkembangan terbaru tengkorak suku Asmat," kata Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kacung Marijan, Jumat.

"Tengkorak sekarang sudah di tangan polisi. Expert dari University of New England akan dilibatkan untuk menentukan keasliannya," lanjut Kacung.

Menurut Kacung, empat tengkorak Asmat tersebut sebelumnya hilang dan sudah akan dilelang saat ditemukan. Namun, KBRI di Canberra menulis surat ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meminta konfirmasi apakah temuan tersebut termasuk cagar budaya yang dilindungi.

"Setelah itu kedutaan meminta Undang Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 dalam (versi) Bahasa Inggris," kata Kacung. Langkah diplomatik yang kemudian ditempuh KBRI dapat menunda lelang selama sebulan untuk proses verifikasi. "Sampai kemudian kami dapat kabar, patung telah disita polisi pada hari ini."

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemdikbud Harry Widianto menambahkan, direktoratnya akan mengirim tim ke Canberra untuk mengidentifikasi tengkorak Asmat itu. Jika benar benda itu benar milik Suku Asmat dan berstatus cagar budaya, maka Pemerintah Indonesia akan mengambilnya kembali untuk dibawa pulang ke Indonesia.

"Patung ini kan sangat sakral bagi komunitasnya di Asmat. Selain itu juga cagar budaya yang dilindungi. Jadi, kami tidak hanya meminta penangguhan tetapi mengambil kembali itu setelah disita polisi," kata Harry. "Ya kami bersyukur dengan langkah polisi Australia yang menyita itu dari tangan kolektor atau dari sumber-sumber lain."



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X