Indonesia Kirim Tim ke Lokasi Kapal Tenggelam di Rusia

Kompas.com - 02/12/2014, 19:28 WIB
Sebelumnya, Korea Selatan mengalami bencana laut terbesar dengan tenggelamnya kapal feri Sewol tenggelam, menewaskan lebih dari 300 orang. BBCSebelumnya, Korea Selatan mengalami bencana laut terbesar dengan tenggelamnya kapal feri Sewol tenggelam, menewaskan lebih dari 300 orang.
EditorEgidius Patnistik
MOSKWA, KOMPAS.COM - Pencarian puluhan kru kapal, termasuk 32 awak asal Indonesia yang hilang, masih dilakukan menyusul tenggelamnya kapal Korea Selatan di Laut Bering, Rusia, Senin (1/12/2-2014) kemarin.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskwa hari ini mengirim dua staf mereka untuk ikut membantu identifikasi korban selamat.

"Angka masih terus bisa berubah karena upaya pencarian terus berlangsung, kami menunggu angka resmi dari pemerintah Rusia hari ini," kata Yul Edison, staf KBRI Moskwa, kepada BBC Indonesia.

Sebelumnya diberitakan ada delapan orang yang berhasil diselamatkan, terdiri dari tiga WNI, tiga Filipina, satu Rusia, dan satu Korea. Namun satu warga Korea yang diselamatkan meninggal dunia.

Staf KBRI Moskwa diharapkan tiba di lokasi kejadian malam ini atau besok. "Jarak cukup jauh, membutuhkan sembilan jam ke Vladivostok, dan harus menggunakan transportasi lain menuju lokasi di bagian timur laut," katanya.

Hingga saat ini upaya penyelamatan lanjutan belum berbuah hasil, dan otoritas di Korea Selatan khawatir jumlah korban tewas akan tinggi karena cuaca buruk menghambat pencarian, kantor berita AP melaporkan.

Verifikasi

Kapal penangkap ikan Oryong 501 memuat 60 awak dalam kapal, terdiri dari 35 warga Indonesia, 13 dari Filipina, 11 warga Korea Selatan, dan satu orang merupakan inspektur asal Rusia.

KBRI di Seoul mengkonfirmasi bahwa ada 35 WNI yang bekerja di kapal tersebut. Mereka diketahui diberangkatkan ke Korea secara resmi melalui setidaknya empat agen penyalur Indonesia.

"Kami masih melakukan verifikasi dan mencocokan identitas mereka," kata Cecep Herawan, Wakil Kepala KBRI Seoul.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X