Kompas.com - 02/12/2014, 16:33 WIB
EditorEgidius Patnistik
BEIRUT, KOMPAS.com  Tentara Lebanon telah menahan seorang istri dan seorang putra pemimpin Negara Islam atau ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi, saat mereka menyeberang dari Suriah dalam beberapa hari terakhir, kata sejumlah pejabat keamanan begara itu, Selasa (2/12/2014).

Para pejabat itu menolak untuk memberitahukan nama ataupun kewarganegaraan perempuan yang mereka gambarkan sebagai salah satu dari istri Baghdadi. Harian Lebanon, As-Safir, melaporkan, tentara telah menahannya dalam sebuah koordinasi dengan "sejumlah aparat intelijen asing".

Dilaporkan bahwa perempuan itu bepergian dengan paspor palsu dan didampingi oleh salah satu putranya. Para penyidik menginterogasi perempuan itu di markas kementerian pertahanan Lebanon, lapor As-Safir.

ISIS telah menguasai sebuah wilayah luas di Irak dan Suriah, tetangga Lebanon di sebelah timur. Kelompok itu telah mendeklarasikan sebuah "khilafah" di atas wilayah yang telah dikontrolnya.

Pasukan keamanan Lebanon telah melancarkan tindakan tegas terhadap para simpatisan ISIS di negara itu dan pihak intelijen ekstra waspada pada penyeberangan perbatasan. Dalam beberapa bulan terakhir, pihak Lebanon telah menahan sejumlah tersangka militan Islam yang dicurigai akan melancarkan serangan untuk memperluas pengaruh ISIS di negara tetangga Suriah itu.

Sebuah aliansi pimpinan AS sedang berusaha untuk meraih kembali wilayah yang telah dikuasai ISIS di Irak dan Suriah. Presiden AS Barack Obama telah berjanji untuk "menekan dan akhirnya menghancurkan" kelompok Baghdadi, yang sedang berusaha untuk menata ulang kawasan Timur Tengah sesuai dengan visi radikal yang mereka anut.

Baghdadi, seorang Irak, menyerukan serangan terhadap para penguasa Arab Saudi dalam pidatonya bulan lalu. Dalam pidatonya pada 13 November itu, dia mengatakan, kekhalifahan yang dia nyatakan mencakup Arab Saudi dan empat negara Arab lain dan menyerukan untuk "kobarkan api jihad" di seluruh dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.