Kompas.com - 29/11/2014, 14:54 WIB
Nargelene Mendez berasal dari Filipina dan bekerja di Arab Saudi. BBCNargelene Mendez berasal dari Filipina dan bekerja di Arab Saudi.
EditorEgidius Patnistik

KOMPAS.COM — Permintaan tolong yang disampaikan oleh seorang PRT di Arab Saudi telah memicu debat mengenai kondisi pekerja domestik di kawasan teluk, seperti dilaporkan #BBCTrending.

Nargelene Mendez, yang berasal dari Filipina, mengunggah sebuah video di halaman Facebook yang menunjukkan ruangan kecil tempat dia tidur dan mengatakan dia dianiaya oleh majikannya, seorang pensiunan polisi.

"Mereka memukul rekan saya kemarin," kata dia. "Mereka juga memukul saya. Tolonglah kami. Saya memohon kepada Anda."

Video tersebut mengundang banyak perhatian di media sosial dan tak hanya disebarkan di Filipina, yang merupakan kampung halaman bagi jutaan pekerja migran di Timur Tengah, tetapi juga di Spanyol, AS, dan negara-negara teluk. Video aslinya telah ditonton oleh hampir setengah juga orang.

Banyak komentar berbahasa Arab yang disampaikan dalam video yang diunggah di YouTube.

"Suatu hari kita mungkin akan berada di bawah sepatu mereka, orang-orang asing yang diperlakukan dengan salah," kata seorang pemberi komentar, meskipun ada komentar lain yang kurang menunjukkan simpati.

Arab Saudi dan negara-ngera teluk lain disoroti karena menerapkan sistem perburuhan yang kontroversial yang disebut dengan Kafala. Sistem itu memberikan wewenang terhadap majikan untuk mengontrol hidup para pekerjanya. Mereka diberikan hak untuk memegang paspor dan visa, yang membuat para pekerja terperangkap dalam situasi kekerasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pekan ini, badan kerja sama regional negara-negara Teluk mengumumkan peraturan baru bagi pekerja domestik, termasuk mengatur jam kerja selama 8 jam per hari, kompensasi jika bekerja lembur, cuti tahunan, dan mendapatkan libur setidaknya satu hari dalam sepekan. Selain itu, pekerja juga diberikan hak untuk tinggal terpisah dengan majikan mereka dan berhak memegang sendiri paspor mereka.

Namun, penerapan aturan ini mendapatkan hambatan besar dari para majikan, sementara para pekerja takut untuk berbicara. Demikian kata Rothna Begum dari organisasi HAM Human Rights Watch.

"Luar biasa mengejutkan melihat dia di video dengan kondisi tempat bekerjanya," kata Begum, "Saya tidak pernah mendengar kasus seorang perempuan yang melakukan ini dan mendapatkan publikasi seperti ini."

BBC tidak dapat memverifikasi tuduhan yang disampaikan dalam rekaman video tersebut dan belum dapat mengontak majikannya.

Namun, tampaknya tangisan perempuan buruh migran itu didengar oleh otoritas negara asalnya. Setelah video diunggah, sebuah organisasi hak migran di Filipina mengontak otoritas di Arab Saudi.

Kedutaan Besar Filipina di Jeddah mengatakan kepada BBC Trending bahwa seorang perempuan dengan nama Nargelene De Guia Mendez telah "diselamatkan dari majikannya" pada Oktober dan saat ini masih berada di gedung konsulat, menunggu visa keluar Arab Saudi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.