Kompas.com - 25/11/2014, 12:21 WIB
Seorang mahasiswi Thailand mengangkat salam tiga jari di depan poster film Hunger Games. BBCSeorang mahasiswi Thailand mengangkat salam tiga jari di depan poster film Hunger Games.
EditorEgidius Patnistik

Sementara itu, drumer grup musik Slank, Bimbim, mengatakan, album ini diniatkan agar masyarakat Indonesia "sama-sama mau hijrah kepada keadaan yang lebih baik".

Pakar psikologi-politik Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, mengatakan, ajakan untuk mengakhiri pertentangan melalui simbol tiga jari di tingkat masyarakat patut didukung, walaupun tidak akan menghilangkan perbedaan politik di tingkat elite.

"Ditingkat elite, (pertentangan politik) itu akan tetap ada, setidaknya sampai lima tahun ke depan. Tapi, di tingkat masyarakat, memang sudah seharusnya lebur semua," kata Hamdi Muluk kepada BBC Indonesia.

"Artinya, simbol (salam tiga jari) itu tetap relevan," katanya.

Warga Bangkok mempertanyakan

Sejumlah warga Bangkok mengatakan, sikap junta militer yang menerapkan berbagai larangan membuat para mahasiswa merasa frustrasi dan ingin menyuarakan pendapat dengan melambaikan tangan tiga jari.

Seorang warga Bangkok lainnya mengatakan, karena semua hal kecil dilarang di Thailand, simbol salam tiga jari menjadi penting.

Pengamat politik dari Universitas Chulalongkorn, Profesor Prat Panjakunatorn, mengatakan, larangan menyuarakan pendapat secara bebas inilah yang mengangkat pentingnya salam tiga jari.

"Simbol ini muncul karena mereka dilarang menyuarakan pendapat mereka. Para mahasiswa menggunakan simbol tiga jari, seperti halnya karakter dalam film Hunger Games yang tidak bisa mengekspresikan suara untuk menunjukkan ketidaksepakatan mereka terhadap junta," kata Prat Panjakunatorn.

Pemerintah militer Thailand—yang mengambil alih kekuasaan pada bulan Mei—mengatakan, masyarakat bebas menyuarakan suara penentangan, tetapi tidak dizinkan secara terbuka mengungkapkan penentangan terhadap pemerintah.

Jenderal Prayuth Chan-ocha berjanji untuk kembali ke sistem demokrasi. Namun, ia mengatakan, negeri itu belum siap untuk hal tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.