Kompas.com - 24/11/2014, 17:01 WIB
EditorErvan Hardoko

LONDON, KOMPAS.com - Seorang pria Inggris, yang angkat senjata bersama pasukan Kurdi melawan kelompok milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah, berkeras bahwa dia bukan serdadu bayaran.

Jamie Read dan James Hughes, mantan tentara Inggris, dilaporkan berada di antara 15 warga negara Barat yang turut bertempur bersama kesatuan pasukan Kurdi berjuluk YPG.

Keduanya, yang juga angkat senjata bersama angkatan darat Inggris di Afghanistan, tampil dalam sebuah foto yang tersebar di media sosial. Dalam foto tersebut, keduanya berpose bersama seorang warga Amerika Serikat, Jordan Matson.

Matson dikenal melalui pemberitaan media setelah dia mengutarakan keterlibatannya dengan kesatuan YPG di garis depan pertempuran di Suriah.

Kepada BBC, Read mengaku dia dan Hughes bukan serdadu bayaran. Dia mengatakan sengaja membantu rakyat Kurdi memerangi kaum jihadis, tanpa bayaran. “Tidak…tidak ada bukti konkret untuk mendukung tuduhan tersebut,” ujarnya.

Read menolak menyebutkan di mana dia dan rekan-rekannya bertempur dan apakah ada warga Inggris lainnya yang terkait dengan kesatuan YPG.

Sebelumnya, sejumlah negara Barat, seperti Perancis dan AS, mengaku mempersenjatai rakyat Kurdi untuk melawan ISIS. Bahkan, Pentagon mengatakan tentara AS akan disebar ke beberapa wilayah untuk melatih sembilan kesatuan pasukan Irak dan tiga brigade Peshmerga Kurdi.

Sementara itu, seorang jurnalis lepas, yang membantu YPG untuk mengelola hubungan media, mengatakan kepada BBC bahwa YPG menyediakan senjata, seragam, makanan, dan akomodasi kepada warga negara Barat yang ikut bertempur. Namun, lanjutnya, YPG tidak memberi uang kepada mereka.

“Saya tidak bisa berkata dengan kewenangan 100 persen mengenai motivasi mereka…Namun, kesan yang saya dapat ialah orang-orang ini telah berdinas untuk angkatan bersenjata negara mereka masing-masing dan punya perasaan kuat terhadap terorisme. Mereka melihat perjuangan kami sebagai perjuangan antara yang baik melawan yang jahat,” ujar jurnalis lepas itu.

Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan siapapun yang bertempur di Suriah akan ditahan begitu menginjakkan kaki di Inggris. Mereka akan didakwa dengan pelanggaran yang bergantung pada keterlibatan mereka dalam aksi terorisme.

Lebih dari 500 warga Inggris diduga terlibat dengan ISIS di Suriah dan 100 orang di antara mereka telah ditahan tahun ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.