Kompas.com - 20/11/2014, 20:22 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com
- Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi menilai serangan terhadap sebuah sinagoge di Jerusalem berakar dari konflik politik antara Palestina dan Israel. Dia meminta insiden ini tidak ditarik-tarik ke ranah perbedaan agama.

"Pesan apa yang ada di sini? Lagi-lagi orang pasti akan menilai bahwa ini isu agama karena ada Isalam dan Yahudi. Tapi coba dipikir lagi ini kan masalah perebutan lahan, ini masalah politik bukan masalah agama," kata Fariz di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (20/11/2014) seusai bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla.

Kendati demikian, Fariz menegaskan bahwa serangan yang dilakukan dua pemuda Palestina itu tidak bisa diterima. Ia juga mengingatkan kesedihan yang mendera warga Palestina ketika Israel meluncurkan serangannya ke wilayah Palestina.

"Tentu kami harus mengekspresikan atau mengatakan bahwa kami tidak mendukung tindakan ini. Tetapi kita harus tanya terkait atau melihat kekerasan yang terjadi ini, apakah orang-orang yang saat  berada di Yerusalem bahagia? Bagaimana pula dengan pembunuhan di Palestina dua hari lalu? Apakah mereka bisa menjaga perasaan (sedih) mereka? Ini merupakan tindakan yang tidak bisa didukung, tapi ini sesuatu yang bisa saja terjadi," tutur dia.

Lebih jauh Fariz menilai penyerangan semacam ini bisa terjadi karena masalah perbutan lahan antara Palestina dan Israel belum diselesaikan. Penyerangan ini, menurut dia, tidak berkaitan dengan kebijakan Pemerintah Palestina.

"Saya katakan masalah ini tidak direncanakan, ditambah lagi tidak ada kebijakan Palestina (Abbas) yang mendukung ini. Tapi bagaimana dari pihak Israel? mereka juga turut menyulut, mereka turut mengintimidasi, dan memprovokasi, mereka menarget tempat suci, jadi ini sekali lagi masalah isu politik, lalu kemudian karena perebutan tempat suci isu berubah menjadi isu agama," papar Fariz.

Seperti diwartakan, Empat warga Israel dan dua warga Palestina tewas dalam serangan terhadap sebuah sinagog di Jerusalem, Selasa (18/11). Dilansir dari Alarabiyanews Juru Bicara Tentara Israel Micky Rosenfeld mengatakan dua warga Palestina bersenjatakan kapak dan pisau melukai tiga orang Yahudi. Mereka ditembak mati ditempat oleh petugas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.