Pembersihan Puing-puing MH17 Dimulai di Ukraina

Kompas.com - 17/11/2014, 05:12 WIB
AFP PHOTO / DOMINIQUE FAGET Barang milik penumpang di lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di dekat Kota Shaktarsk, timur Ukraina, Jumat (18/7/2014).

KOMPAS.com - Pekerjaan untuk membersihkan puing-puing dari lokasi kecelakaan pesawat maskapai penerbangan Malaysia MH17 di wilayah timur Ukraina yang dikuasai para pemberontak dimulai setelah tertunda berbulan-bulan, kata para pejabat Belanda.

Pesawat Malaysia Airlines yang sedang terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur, ditembak jatuh di atas Ukraina pada bulan Juli. Semua penumpang yang berjumlah 298 orang tewas dalam insiden itu.

Para pekerja terlihat memotong-motong bagian pesawat dan menggunakan penderek untuk memasukkan puing-puing ke atas truk-truk.

Akses ke wilayah itu sebelumnya dibatasi oleh para pemberontak dan konflik di Ukraina.

Operasi pencarian puing-puing ini diduga akan berlangsung beberapa hari, kata Badan Keamanan Belanda, dan puing-puing itu akan dikirimkan ke Belanda untuk diinvestigasi.

Kepingan-kepingan pesawat tersebut akan membantu 'investigasi mengenai penyebab kecelakaan', kata Badan Keamanan itu dalam sebuah pernyataan dengan menambahkan mereka bermaksud merekonstruksi salah satu bagian pesawat.

Alexander Kostrubitsky -kepala layanan darurat di wilayah yang dinyatakan sendir sebagai Republik Rakyat Donetsk- mengatakan banyak sisa-sisa jenazah ditemukan di bawah reruntuhan pesawat, seperti dikutip kantor berita AP.

Sebelumnya pemerintah Malaysia mengatakan menginginkan puing-puing pesawat Malaysia Airlines untuk digunakan sebagai tugu kenangan.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorHindra Liauw
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X