Kompas.com - 16/11/2014, 03:35 WIB
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Para pemimpin gereja dan kelompok-kelompok Muslim yang bermitra dengan mereka berharap shalat Jumat ini menebarkan pesan perdamaian dan menentang penggunaan agama yang ekstrem untuk membenarkan kebencian dan perselisihan.

Untuk kali pertama, shalat Jumat diadakan di Katedral Nasional Washington, salah satu gereja terkenal di AS. Karpet-karpet sajadah dibentangkan secara diagonal agar jemaah menghadap kiblat tanpa melihat salib atau simbol-simbol Kristen, Jumat (14/11/2014).

Pendeta Gina Campbell menyambut jemaah, menyatakan bahwa Katedral Nasional Washington adalah "tempat ibadah bagi semua orang".

Dalam khotbahnya, Duta Besar Afrika Selatan untuk Amerika yang merupakan seorang Muslim, Ebrahim Rasool, memuji kebebasan beragama di AS serta mengecam ekstremisme, dan secara khusus menyinggung kelompok militan Islamis yang telah membantai warga Kristiani di Timur Tengah.

Para pemimpin gereja dan kelompok-kelompok Muslim yang bermitra dengan mereka berharap shalat Jumat ini menebarkan pesan perdamaian dan menentang penggunaan agama secara ekstrem untuk membenarkan kebencian dan perselisihan.

Gagasan itu diprakarsai oleh Pendeta Campbell dan Duta Besar Rasool, ketika mereka mengadakan layanan peringatan antar-agama bagi almarhum Nelson Mandela, tahun lalu.

Rasool mengatakan, kegiatan ini merupakan simbol bagi tiga juta Muslim di AS agar merasa diterima di negara yang mayoritas Kristen, serta bagi Muslim di negara-negara tempat mereka menjadi mayoritas, untuk menunjukkan kebaikan bagi pemeluk agama minoritas.

Terlepas dari namanya, Katedral Nasional Washington bukanlah gereja resmi Pemerintah AS karena konstitusi AS memang melarang pemerintah federal untuk membangun rumah ibadah. Namun, gereja episkopal itu, yang didanai sumbangan swasta, memiliki nilai simbolis yang penting dan sering menjadi tempat acara-acara resmi, seperti pelantikan dan persemayaman presiden.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.