Ketika Diplomasi Membumi

Kompas.com - 15/11/2014, 05:32 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sabrina/kompas.comMenteri Luar Negeri Retno Marsudi
EditorHindra Liauw
KOMPAS.com - Pada konferensi pers pertama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menguraikan  pandangan soal langkah kebijakan politik luar negeri dan diplomasi RI untuk lima tahun ke depan.

Dengan berpedoman pada arahan Presiden bahwa setiap kerja menteri harus berorientasi kepada rakyat, membumi, dan tidak berjarak dengan rakyat, Kementerian Luar Negeri akan mengedepankan diplomasi yang berorientasi pada kepentingan rakyat, diplomacy for the people.

Di tengah persepsi publik yang sudah telanjur memandang diplomasi adalah kerja elitis, tantangan berat Kemlu dan diplomat adalah bagaimana membumikan gerak-laku diplomasi Indonesia di dunia internasional agar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Manfaat untuk rakyat

Kata kuncinya memang ”manfaat untuk rakyat”. Dari sekian banyak langkah diplomasi, yang mana yang bermanfaat untuk rakyat secara konkret? Tidak mudah mendefinisikannya. Cakupan isu yang ditangani diplomasi, baik dalam aras bilateral maupun multilateral, sungguh sangat luas: mulai dari senjata nuklir (isu keamanan internasional) sampai alat kontrasepsi (isu kependudukan), mulai dari pembangunan ekonomi dunia (isu multilateral) sampai TKI (isu bilateral). Semua diplomasi terkait isu-isu itu dapat berdampak pada rakyat, langsung maupun tidak langsung.

Dengan keterbatasan sumber daya, baik finansial maupun institusional, Kemlu harus mampu membuat skala prioritas. Pilihan isu dan medan juang diplomasi menjadi keniscayaan. Jika ukurannya ”manfaat langsung bagi rakyat”, diplomasi yang terkait sosial-ekonomi mungkin lebih dirasakan rakyat secara langsung. Isu sosial-ekonomi perlu kiranya diprioritaskan dalam gerak-laku diplomasi ke depan, apalagi memang sudah menjadi perintah Presiden Joko Widodo.

Isu sosial-ekonomi juga biasanya lebih mudah diperjuangkan dalam aras juang bilateral. Jika Indonesia memiliki kepentingan riil yang bisa dipertukarkan dengan negara sahabat, dengan keputusan politik, deal mudah dicapai. Tak perlu proses negosiasi yang berkepanjangan.

Berbeda dengan negosiasi di forum multilateral yang melibatkan puluhan bahkan ratusan negara sehingga proses negosiasi berlarut-larut, negosiasi isu sosial-ekonomi di aras bilateral relatif lebih mudah dicapai sehingga implementasi konkretnya dapat segera dirasakan rakyat.

Namun, apakah dengan demikian diplomasi multilateral tidak memberi manfaat? Dalam konteks ini, tak perlu kiranya mendikotomikan bilateral dan multilateral. Justru keduanya harus saling melengkapi (complementary). Bagaimanapun forum multilateral sarat dengan program pembangunan. Tinggal isu mana, dari sekian banyak isu yang dibahas, yang harus dipilih sehingga diplomasi memberi manfaat langsung kepada rakyat.

Singkat kata, masalahnya bukan multilateral atau bilateral, melainkan lebih pada pilihan isu. Jika pemerintah benar-benar berkomitmen untuk kerja, kerja, kerja, untuk rakyat, rakyat, rakyat, diplomasi harus memprioritaskan isu sosial-ekonomi. Ketika diplomasi hendak dibumikan, didekatkan dengan rakyat, ia harus mengedepankan isu sosial-ekonomi yang konkret bermanfaat bagi rakyat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X