Kompas.com - 07/11/2014, 06:10 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani


LONDON, KOMPAS.com
- Seorang wanita tewas di sebuah hotel di Inggris, Kamis (6/11/2014), dengan dugaan menjadi korban kanibalisme. Penyerangnya kemudian juga tewas setelah dilumpuhkan polisi dengan alat kejut (taser).

Kepolisian setempat menyatakan penyelidikan atas kematian perempuan berumur 22 tahun di Hotel Sirhowy Arms di kawasan Argoed, Wales Selatan, itu masih berlangsung. Sejauh ini, polisi belum dapat menentukan kategori dari luka yang ditemukan pada jasad perempuan itu.

Seperti dikutip dari BBC, perempuan ini diduga menjalin hubungan dengan penyerangnya, seorang lelaki yang diidentifikasi berumur 34 tahun. Polisi dipanggil ke hotel yang juga merupakan asrama untuk para tunawisma itu pada pukul 01.30, dengan laporan penyerangan.

"Wanita, usia 22 dari Blackwood, tergeletak cedera dan dinyatakan meninggal di lokasi kejadian," kata pernyataan dari kepolisian Gwent. "Memakai taser, seorang lelaki ditangkap.. Saat berada di tahanan, lelaki itu tak lagi bereaksi."

Pertolongan pertama sempat diberikan kepada lelaki tersebut tetapi dia kemudian dinyatakan meninggal. Kepolisian hanya menggambarkan lelaki itu sebagai pria setempat.

Sementara itu, Anggota Dewan Lokal, Leon Gardiner, mengatakan Argoed terguncang dengan kejadian ini. "Saya telah tinggal di sini dan mewakili Argoed selama lebih dari 30 tahun dan ini adalah tragedi terburuk yang telah terjadi bagi kita sebagai sebuah desa."

Semula merupakan pub populer, Sirhowy berubah menjadi penginapan dan tempat sarapan, yang oleh dewan kota juga dijadikan rumah bagi para tunawisma. BBC mengatakan penduduk desa sebelumnya sudah pernah mengatakan ada masalah dengan asrama tunawisma itu.

Adapun soal kematian akibat penggunaan taser, belum pernah tercatat di Inggris. "Ada kematian terkait pemakaian taser, tetapi pemeriksaan resmi mendapati penyebab kematiannya adalah luka atau alasan lain," ujar pernyataan asosiasi para kepala polisi (ACPO) dalam situsnya.

Kepolisian Inggris mulai memakai taser pada 2004 dan penggunaannya oleh petugas terlatih menurut ACPO terus meningkat. Komisi independen pengaduan kepolisian (IPCC) sudah menangani kasus kematian karena taser dalam kasus kanibalisme ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.