Kompas.com - 06/11/2014, 16:48 WIB
Seorang petugas melintas di depan sebuah mobil yang digunakan seorang pria Palestina menabrak para pejalan kaki di Jerusalem, Rabu (5/11/2014). AP Photo/Sebastian Scheiner)Seorang petugas melintas di depan sebuah mobil yang digunakan seorang pria Palestina menabrak para pejalan kaki di Jerusalem, Rabu (5/11/2014).
EditorErvan Hardoko
JERUSALEM, KOMPAS.com - Pemerintah Israel, Kamis (6/11/2014), memperketat keamanan di jalur kereta api ringan Jerusalem setelah seorang pria Palestina menabrakkan mobilnya ke para pejalan kaki kemarin.

Menyusul insiden yang menewaskan seorang polisi perbatasan dan melukai sembilan orang lainnya itu, Israel membangun penghalang beton di sekitar 24 stasiun di seluruh Jerusalem.

Dalam serangan mobil itu, Ibrahim al-Akari (38) warga kamp pengungsi Shuafat, Jerusalem timur menabrak tiga orang polisi sebelum menghantamkan mobilnya ke para penumpang yang menunggu di peron Shiman HaTsadik.

Begitu mobilnya terhenti, Akari melompat keluar dan menyerang para pejalan kaki menggunakan sebuah batangan besi sebelum tewas ditembak polisi.

Setelah serangan itu, bentrokan pecah di permukiman Palestina di Issawiya dan Silwan. Bentrokan itu berlangsung hingga tengah malam.

Pagi harinya, polisi sudah membangun penghalang jalan di sejumlah permukiman warga Palestina di Jerusalem timur dan memperketat penjagaan di berbagai persimpangan jalan.

"Sepanjang malam, polisi menahan 16 orang warga Palestina. Namun, di pagi hari suasana sudah kembali tenang," kata juru bicara kepolisian Luba Samri.

Serangan di Jerusalem itu terjadi tepat dua pekan setelah warga Palestina lainnya menabrakkan mobil ke para penumpang kereta di lokasi yang sama, menewaskan seorang perempuan dan seorang bayi.

Sejak serangan itu, yang juga memicu kerusuhan di Jerusalem timur, kepolisian Israel sudah menahan 188 orang, 71 orang di antaranya masih di bawah umur.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.