Kompas.com - 31/10/2014, 21:08 WIB
EditorErvan Hardoko

JERUSALEM, KOMPAS.com — Pemerintah Israel mengumumkan membuka kembali kompleks Masjid Al Aqsa yang ditutup menyusul bentrokan antara aparat keamanan Israel dan pengunjuk rasa Palestina.

Janji untuk membuka tempat suci itu pada Jumat (31/10/2014) subuh itu disampaikan setelah muncul seruan dari dunia Arab dan Amerika Serikat.

Namun, sebuah sumber kepolisian Israel mengatakan, meski masjid telah dibuka, pembatasan tetap diberlakukan, misalnya hanya para pria berusia di atas 50 tahun yang boleh masuk ke kompleks masjid itu. Pembatasan itu diberlakukan untuk mencegah terjadinya kerusuhan seusai ibadah shalat Jumat.

Kompleks Masjid Al Aqsa—yang disebut Bait Allah oleh umat Yahudi—sempat ditutup karena maraknya bentrokan di kawasan timur Jerusalem terkait penembakan seorang pria yang sebelumnya menembak seorang tokoh Yahudi garis keras.

Polisi Israel menembak mati Moataz Hejazi di rumahnya setelah dia menembak seorang pegiat Yahudi, Yehuda Glick, yang dilaporkan sudah menjalani operasi di bagian perut dan dada karena luka tembak. Kerusuhan marak setelah berita tentang penembakan Moataz Hejazi oleh polisi Israel menyebar.

Warga di sekitar rumah Hejazi, di timur Jerusalem, marah setelah mendengar penembakannya dan bentrok dengan melempari batu ke arah polisi yang menanggapi dengan tembakan gas air mata dan peluru karet.

Juru bicara pemimpin Palestina Mahmoud Abbas sempat menyebut penutupan kawasan suci di Jerusalem oleh Israel sebagai "pernyataan perang". "Eskalasi yang berbahaya dari Israel ini merupakan pernyataan perang atas rakyat Palestina dan tempat sucinya dan atas bangsa Islam dan Arab," tutur Nabil Abu Rudeina.

Menteri Perekonomian Israel Naftali Bennett, pada Kamis (30/10/2014), memastikan kepada BBC bahwa tempat suci akan dibuka kembali untuk sembahyang Jumat, kecuali terjadi peristiwa yang tidak biasa.

Ketegangan juga meningkat pekan lalu ketika seorang bayi Yahudi dan perempuan Ekuador tewas akibat seorang penyerang Palestina menabrakkan mobilnya ke sekelompok pejalan kaki.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.