Kompas.com - 29/10/2014, 16:08 WIB
Puluhan kendaraan yang mengangkut pasukan Peshmerga meninggalkan kota Irbil, Irak menuju Turki untuk membantu etnis Kurdi Suriah yang mempertahankan kota Kobani dari serbuan ISIS. SAFIN HAMED / AFPPuluhan kendaraan yang mengangkut pasukan Peshmerga meninggalkan kota Irbil, Irak menuju Turki untuk membantu etnis Kurdi Suriah yang mempertahankan kota Kobani dari serbuan ISIS.
EditorErvan Hardoko
ANKARA, KOMPAS.com - Kelompok pertama pasukan Peshmerga Kurdi bersenjata berat yang dikerahkan untuk memerangi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di kota Kobani, Suriah sudah tiba di Turki, Rabu (29/10/2014).

Truk-truk militer penuh senjata terlihat meninggalkan kota Irbil, ibu kota Kurdi di wilayah timur laut Irak menuju ke perbatasan Turki-Suriah.

Sekitar 40-an kendaraan tempur membawa 80 personel Peshmerga, senjata mesin dan artilery bergerak melintasi wilayah Turki menuju ke Kobani sejak Selasa (28/10/2014).

Saat memasuki wilayah Turki, iring-iringan kendaraan Peshmerga itu dikawal empat kendaraan tempur Turki, sebuah mobil polisi dan sebuah ambulans. Iring-iringan itu membuat arus lalu lintas di perbatasan Turki-Suriah tersendat.

Beberapa prajurit Peshmerga terlihat duduk di atap kendaraan mereka sambil membawa bendera Kurdi sambil membuat tanda kemenangan denan jari mereka saat menuju ke perbatasan Turki-Suriah.

Di perbatasan, kerumunan warga Kurdi menyambut mereka dengan lagu-lagu tradisional Peshmerga sambil membawa bendera Kurdi dan foto Presiden Kurdi, Massoud Barzani.

Pekan lalu, akibat tekanan AS, pemerintah Turki akhirnya mengizinkan 150 pejuang Kurdi dari Irak melitasi wilayahnya untuk bergabung dengan saudara-saudara mereka yang sedang mempertahankan kota Kobani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mengizinkan Peshmerga melintasi Turki menuju Kobani adalah satu-satunya jalan untuk membantu kota itu, setelah tak ada negara yang mau mengerahkan pasukan darat mereka," kata PM Turki Ahmet Davutoglu seperti dikutip BBC.

Pasukan utama Kurdi yang membertahankan Kobani Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) memiliki ikatan kuat dengan Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang memberontak terhadap pemerintah Turki selama 30 tahun terakhir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.