Bocah India Tiga Tahun Diperkosa di Sekolah

Kompas.com - 22/10/2014, 18:08 WIB
Warga India melakukan unjuk rasa terkait pemerkosaan dan pembunuhan mahasiswi di New Delhi pada 2012 lalu. AFPWarga India melakukan unjuk rasa terkait pemerkosaan dan pembunuhan mahasiswi di New Delhi pada 2012 lalu.
EditorEgidius Patnistik
NEW DELHI, KOMPAS.COM - Polisi India menyelidiki dugaan perkosaan terhadap seorang bocah perempuan usia tiga tahun di sekolahnya di Bangalore, India.

Anak itu pulang dari sekolahnya hari Selasa (21/10/2014) dan mengeluh kesakitan yang disebabkan "seorang paman di sekolah," kata orang tuanya kepada polisi.

Polisi menanyai para pegawai sekolah dan menantikan laporan dokter tentang kondisi korban.

Belum ada yang ditahan, namun komisioner polisi MN Reddi mengatakan kepada BBC Hindi bahwa mereka mencari petunjuk dari kamera-kamera pemantau.

Kasus ini menggaris bawahi rangkaian kejahatan terkait gender yang brutal, yang menimbulkan kemarahan massal di India.

Tekanan bagi pemerintah

Tiga bulan lalu, terjadi pula perkosaan terhadap seorang anak usia enam tahun oleh seorang pegawai sekolah lain di Bangalore.

Kejadian itu memicu unjuk rasa para orang tua dan aktivis, yang menuduh bahwa sekolah tidak menangani kasus itu secara semestinya.

Perhatian publik atas kekerasan seksual meruyak sejak kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang mahasiswa 23 tahun di sebuah bus di Delhi, tahun 2012.

Kasus itu menyulut protes besar-besaran dan memaksa pemerintah untuk menerapkan undang-undang antipemerkosaan dengan hukuman yang lebih berat, termasuk hukuman mati.

Tetapi hukum tampaknya tak berhasil berperan sebagai faktor pencegah.

Statistik dari Kantor Catatan Kejahatan Nasional tahun 2013 menunjukkan, pada setiap 21 menit, satu perkosaan dilaporkan di India, dan diperkirakan masih banyak yang tidak dilaporkan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Internasional
Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Internasional
Pria Jepang Dikabarkan Terjangkit Virus Corona Selepas Berkunjung ke Indonesia

Pria Jepang Dikabarkan Terjangkit Virus Corona Selepas Berkunjung ke Indonesia

Internasional
Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Internasional
6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

Internasional
Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

Internasional
Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Internasional
Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X