Kompas.com - 22/10/2014, 11:40 WIB
Malala Yousafzai (17) tengah berbicara dalam sebuah acara di Birmingham, Inggris. OLI SCARFF / AFPMalala Yousafzai (17) tengah berbicara dalam sebuah acara di Birmingham, Inggris.
EditorErvan Hardoko
PHILADEPHIA, KOMPAS.com - Setelah meraih Nobel perdamaian, Malala Yousafzai kembali mendapatkan penghargaan bergengsi. Kali ini dia menerima Medali Kebebasan (Liberty Medal) dan uang tunai 100.000 dolar AS untuk membiayai pendidikan di Pakistan.

"Malala mendapatkan penghargaan ini karena keberanian dan keteguhannya menyuarakan mereka yang kehilangan hak dan kebebasan mereka yang paling mendasar," demikian pernyataan Pusat Konstitusi Nasional (NCC), lembaga yang memberikan penghargaan ini.

Dalam pidatonya setelah menerima penghargaan, remaja berusia 17 tahun itu mengatakan sangat ingin melihat 57 juta anak-anak di Pakistan mendapatkan akses dan hak yang sama dalam hal pendidikan.

"Saya merasa sangat terhormat mendapatkan penghargaan ini. Penghargaan ini mendorong saya untuk meneruskan kampanye untuk pendidikan dan memperjuangkan hak semua anak-anak," kata Malala sambil menegaskan hadiah uang yang diperolehnya akan digunakan untuk memajukan pendidikan di Pakistan.

Lebih lanjut Malala menyerukan agar seluruh negara di dunia berhenti membuang uang untuk membeli senjata dan mulai berinvestasi untuk masa depan anak-anak.

"Pendidikan adalah senjata terhebat karena lewat pendidikan kita bisa memerangi kemiskinan, ketidakpedulian dan terorisme. Jadi saya minta kepada seluruh negara di dunia, katakan tidak para perang," ujar Malala.

Malala, kini tinggal di Inggris setelah pulih dari luka tembak di kepalanya akibat serangan Taliban di Pakistan pada 2012.  Setelah pulih, selain bersekolah, Malala juga berkeliling dunia untuk memperjuangkan pendidikan lewat yasasan Dana Amal Malala yang didirikannya.

"Keberanian Malala memperjuangkan persamaan hak dan kebebasan dari tirani merupakan bukti bahwa pemimpin yang memiliki komitmen dan hasrat, meski masih sangat muda, memiliki kekuatan untuk memicu sebuah gerakan pembaruan," kata ketua NCC, Jeb Bush.

"Jadi mari kita semua, tua dan muda, berjuang seperti Malala, menentang status quo dan bekerja untuk sesuatu yang berarti," tambah Bush.

Liberty Medal biasanya dianugerahkan kepada seseorang yang dianggap telah memperjuangkan kebebasan untuk banyak orang di berbagai belahan dunia. Para penerima penghargaan ini antara lain Presiden AS George HW Bush dan Bill Clinton, Nelson Mandela, Shimon Peres, Kofi Annan dan pentolan grup musik U2, Bono.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X