Terduga Pasien Ebola Dikeluarkan dari Pesawat Air France di Madrid

Kompas.com - 17/10/2014, 11:06 WIB
Sejumlah kendaraan dari unit gawat darurat terlihat di Bandara Internasional Barajas, Madrid, setelah seorang penumpang yang tiba dengan pesawat Air France diduga mengidap ebola.
ReutersSejumlah kendaraan dari unit gawat darurat terlihat di Bandara Internasional Barajas, Madrid, setelah seorang penumpang yang tiba dengan pesawat Air France diduga mengidap ebola.
EditorEgidius Patnistik
MADRID, KOMPAS.COM - Otoritas Madrid mengevakuasi sebuah pesawat Air France, Kamis (16/10/2014), setelah seorang penumpang mulai gementar di penerbangan ke ibu kota Spanyol itu dari Lagos via Paris. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran bahwa orang itu mengidap ebola, kata pihak Air France dan operator bandara Aena.

Penumpang itu dibawa ke Rumah Sakit Carlos III Madrid dalam sebuah ambulans yang diapit oleh iring-iringan polisi. Sopir ambulans mengenakan pakaian pelindung lengkap dan kacamata.

Sejumlah penumpang di bandara mengatakan, pesawat tersebut diparkir di landasan yang dikelilingi petugas layanan darurat dan orang-orang yang berpakaian pelindung warna putih. Air France mengatakan pesawat akan dibersihkan dengan pembasmi kuman dan penerbangan pulang pesawat itu dibatalkan.

"Ada sejumlah mobil polisi, ada ambulans... ada juga pemadam kebakaran dan orang-orang dengan pakaian warna putih," kata Bronween Bashford, seorang calon penumpang yang telah menunggu untuk naik ke pesawat itu di Madrid. "Ada banyak kegiatan di landasan."

Pemerintah Spanyol telah meningkatkan responnya terhadap kasus-kasus terduga penyakit mematikan itu setelah seorang perawat di Madrid menjadi orang pertama di luar Afrika yang terinfeksi dalam wabah itu. Perawat tersebut, Teresa Romero, didiagnosa telah terpapar virus itu pekan lalu setelah merawat dua pastor yang terinfeksi yang dipulangkan dari Afrika Barat dan kemudian meninggal. Romero yang juga di Rumah Sakit Carlos III masih sakit parah tetapi stabil.

Kasus Romero telah memicu pertanyaan terkait apakah rumah sakit Spanyol siap untuk menghadapi sebuah krisis pada skala seperti ini dan menyerukan pengunduran diri Menteri Kesehatan Ana Mato.

Sejumlah petugas medis mengatakan, pelatihan dan pakaian pelindung yang diberikan kepada para staf rumah sakit tidak memadai. Pihak berwenang, Senin, berjanji untuk meningkatkan pelatihan.

Hari Kamis, pihak berwenang Spanyol mengatakan seorang yang termasuk di antara mereka dipantau karena punya gejala penyakit itu, setelah mereka berkontak dengan Romero, akan dikirim ke Rumah Sakit Carlos III setelah mengalami demam, salah satu gejala Ebola. Orang itu merupakan salah satu dari 68 orang dianggap memiliki risiko rendah terkena ebola. Mereka harus memeriksa suhu tubuh mereka secara teratur di rumah. Sebanyak 15 orang lain, termasuk suami Romero, masih dalam observasi di rumah sakit itu tetapi tidak menunjukkan gejala apa-apa.

Hampir 4.500 orang telah tewas dalam wabah itu, hampir semua dari mereka di Afrika Barat, dari total 8.997 kasus yang terkonfirmasi, berstatus masih mungkin, dan yang diduga yang dilaporkan di tujuh negara.

Amerika Serikat, yang mengerahkan hingga 4.000 tentara ke Afrika Barat untuk membantu mencegah penyebaran penyakit ini, telah meminta Madrid izin untuk menggunakan pangkalan udara AS di Spanyol dalam operasinya, kata sebuah sumber Kementerian Pertahanan AS hari Kamis. "Tak satu pun dari pesawat itu yang akan mengangkut pasien atau orang-orang yang diduga terjangkit ebola, atau yang telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi," katanya. "Spanyol akan punya hak untuk memeriksa pesawat dan penumpang."

Keputusan dijadwalkan akan diumumkan pada Jumat ini saat Menteri Pertahanan Spanyol, Pedro Morenes, bertemu Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, di Washington.

Amerika Serikat memiliki empat pangkalan di Spanyol, yaitu di Moron de la Frontera dekat Sevilla dan Rota dekat Cadiz di Spanyol selatan, serta Torrejon de Ardoz dekat Madrid dan Zaragoza di utara.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.