Kompas.com - 14/10/2014, 07:42 WIB
|
EditorFidel Ali Permana


SEOUL, KOMPAS.com — Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali muncul di hadapan publik setelah sekitar lima minggu tidak menampakkan diri. Media resmi nasional setempat melaporkan, Selasa (14/10/2014), kemunculan Kim merupakan akhir dari berbagai spekulasi mengenai hilangnya orang terkuat di negara tersebut.

Kim terlihat memberikan "pendidikan lapangan" di bangunan distrik Wisong Scientists Residential, seperti dilansir dari agen media Korea yang dimuat pada dini hari. Agen media tersebut tidak menjelaskan kapan kunjungan dilakukan, namun disebutkan juga bahwa Kim mengunjungi tempat lainnya pada hari yang sama.

Kegiatan berkeliling tersebut memang dikenal sebagai ciri khas Kim sebagai generasi ketiga dinasti keluarganya, hingga ia ambruk di sebuah konser, 3 September 2014 silam, yang merupakan akhir kemunculannya. Setelah berminggu-minggu lamanya, akhirnya ia muncul kembali.

Sementara itu, berbagai informasi dan analisis pun berkembang dari para ahli bahwa kejadian yang menimpa Kim dalam konser itu bukan sesuatu yang serius. Mereka meyakini bahwa desas-desus yang beredar hanyalah spekulasi.

Sebelumnya, banyak rumor yang beredar mengenai ketidakmunculan Kim. Spekulasi yang beredar antara lain bahwa Kim dikabarkan menderita asam urat, atau dikabarkan diabetes, perdarahan otak, penyakit hati, dikabarkan cedera kaki hingga harus ditangani dokter di Perancis, dikabarkan sakit mental, hingga kabar bahwa ia ketergantungan keju.

KCNA melaporkan tanpa menyebutkan kondisi kesehatan Kim. Mereka hanya menjabarkan komentar rutinnya mengenai proyek konstruksi. Spekulasi sepanjang absennya Kim muncul karena ketidakhadirannya dalam berbagai acara yang biasa dihadirinya, serta penjelasannya dalam video dokumenter resmi yang menyatakan bahwa ia sedang mengalami ketidaknyamanan.

Arsip rekaman sejak Agustus silam menunjukkan bahwa ia kelebihan berat badan dan pincang. Dalam sidang parlemen Korea Selatan, Minggu (12/10/2014), Kepala Staf Gabungan Choi Yoon-hee menyatakan bahwa apa pun masalah kesehatan Kim, hal itu tidak cukup parah untuk memengaruhi statusnya sebagai penguasa negara.

Analis menunjukkan tidak ada pertanda bahwa masalah besar akan muncul. Tidak ada pergerakan pasukan yang mencurigakan atau tanda-tanda lain dari kemungkinan munculnya kudeta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.