Kompas.com - 12/10/2014, 10:05 WIB
EditorErvan Hardoko

Amsha bersedia memberikan identitasnya karena dia menginginkan nasib buruk para perempuan Yazidi diketahui dunia.

"Pembunuhan suami dan keluarga saya bukanlah pengalaman terberat yang saya alami. Pengalaman itu memang menyakitkan, tetapi dipaksa menikahi anggota ISIS adalah hal terburuk dalam hidup saya," ujar Amsha.

Amsha yang berhasil kabur setelah meloloskan diri lewat jendela kamar mandi itu dibantu seorang warga Mosul untuk mencapai wilayah Kurdi terdekat pada akhir Agustus lalu.

Amsha kini tinggal bersama ayah dan seorang saudara perempuannya di sebuah gubuk yang belum selesai dibangun di kota Sharia, juga dekat Dahuk, di mana 5.000 warga Yazidi tinggal sebagai pengungsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.