Kompas.com - 11/10/2014, 08:47 WIB
EditorKistyarini
SEOUL, KOMPAS.com - Keberadaan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un masih misterius. Dia tidak terlihat dalam sejumlah acara kenegaraan yang digelar di ibukota negara itu.

Namun sebuah sumber yang disebut dekat dengan pemimpin Korut itu mengatakan bahwa Kim masih memegang tampuk kekuasaan. Dia hanya mengalami cedera kaki dalam sebuah acara militer.

Sumber yang disebut memiliki akses dengan Kim itu mengungkapkan cedera itu didapat Kim ketika meninjau latihan militer.

"Dia memerintah para jenderal untuk ambil bagian dalam latihan itu dan dia juga ikut. Mereka merangkak, berlari, dan berguling-guling. Ada uratnya yang tertarik," kata sumber yang dikutip Reuters itu, Sabtu (11/10/2014).

"Pergelangan kaki dan lututnya cedera sekitar bulan Agustus atau awal September saat mengikuti latihan karena dia kelebihan berat badan. Awalnya dia hanya terpincang-pincang, tetapi cedera itu memburuk," kata sumber yang namanya tidak disebut itu.

Kim, yang memang semakin gemuk setelah memerintah, sempat terlihat berjalan pincang sejak kegiatan dengan para pejabat penting di bulan Juli. Diduga cederanya semakin serius.

Dia dikatakan perlu beristirahat selama 100 hari, kata sumber itu. "Kim masih berkuasa penuh," kata dia.

Ketidakhadiran Kim di muka publik beberapa waktu terakhir memunculkan spekulasi atas kesehatannya atau dugaan dia sudah disingkirkan dari kekuasaan.

Meskipun demikian, Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyakini bahwa Kim masih berkuasa penuh atas Korea Utara. Juru bicara Kementerian Unifikasi Lim Byeong-cheol mengutip pesan yang diterima dari delegasi Korut pekan lalu.

Lim mengatakan, Pyongyang menegaskan bahwa Kim masih memimpin negara. "Jadi tampaknya, (Korut) masih dipimpin oleh Kim Jong Un," kata Lim.

Para pejabat Korut sendiri membantah ketidakhadiran Kim pada acara-acara kenegaraan ada hubungannya dengan masalah kesehatan. Selain itu tidak jelas juga bagaimana cedera kaki bisa menghalangi pemunculan Kim di hadapan publik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.