Kompas.com - 11/10/2014, 04:00 WIB
|
EditorHindra Liauw
MADRID, KOMPAS.com — Kepolisian Spanyol meminta warga untuk tidak khawatir dan tetap tenang setelah adanya laporan palsu mengenai penularan virus ebola. Sementara itu, pemerintah Perancis menutup bangunan-bangunan umum di Paris, setelah adanya rasa takut warga terhadap penularan ebola.

Selain di wilayah Afrika Barat, yang diketahui sebagai wilayah yang paling banyak terjadi kematian, virus ebola dikhawatirkan menjadi epidemic terburuk yang pernah ada di negara lainnya. Di negara Australia, Zimbabwe, Makedonia, dan Spanyol, para pasien yang menunjukan indikasi terjangkit virus ebola dibawa ke unit isolasi, atau diperintahkan untuk tetap berada di dalam rumah mereka sendiri.

Kalangan berwenang telah memperingatkan, laporan palsu terkait penularan virus tersebut dapat memicu kepanikan warga.
Sebelumnya, beredar kabar yang menyebutkan seorang penumpang asal Amerika Serikat ditahan oleh tim pengendali virus saat ia bersin-bersin. Disebutkan, penumpang tersebut berkata, “Saya menderita ebola, Anda semua akan kacau."

Kekhawatiran terhadap ebola juga menjadi perhatian serius ketika ada kemungkinan virus tersebut menyebar dari ruang isolasi  di rumah sakit utama Spanyol.

Sebelumnya diketahui, seorang perawat di Spanyol yang dibawa ke ruang isolasi, saat ini tengah berjuang hidup untuk melawan virus ebola.

Seorang petugas kesehatan yang berbicara kepada AFP mengatakan, lantai karantina Rumah Sakit Carlos III yang berada di Madrid, telah ditutup pada tahun lalu. Hal itu dilakukan karena terjadi pemotongan anggaran.

Ia menambahkan, ruangan tersebut baru digunakan pada Agustus lalu untuk digunakan oleh dua utusan yang diterbangkan kembali karena sakit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyatakan jumlah kematian akibat ebola saat ini telah mencapai lebih dari 4000 jiwa.  Data WHO per tanggal 8 Oktober 2014, dari sejumlah 8.399 kasus ebola yang terdaftar di tujuh negara, sebanyak 4.033 orang telah dinyatakan tewas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.