Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/10/2014, 13:43 WIB
EditorErvan Hardoko
SKOPJE, KOMPAS.com - Otorita kesehatan Macedonia masih menunggu hasil tes yang dilakukan di sebuah laboratorium Jerman terkait warga Inggris yang meninggal dunia di ibu kota Skopje setelah menunjukkan gejala mirip ebola.

Jovanka Kostovska, seorang pejabat senior di kementerian kesehatan Macedonia, pada Kamis (9/10/2014) malam mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakan pebisnis berusia 56 tahun itu meninggal dunia akibat penyakit mematikan tersebut.

Jovanka menambahkan, gejala penyakit yang diderita pria itu termasuk demam tinggi serta informasi bahwa dia kerap mengkonsumsi alkohol, bisa jadi mengarah ke penyakit lain.
Meski demikian, lanjut Jovanka, gejala lainnya seperti pendarahan dalam dan kematian mendadak setelah tiga hari menderita sakit perut sangat mirip dengan gejala ebola.

Tiga hari lalu, pria Inggris itu mengeluhkan rasa sakit di bagian perutnya dan menolak menyantap makanan yang disajikan hotel Super 8 di pusat kota Skopje. Namun, pria itu tidak mau memeriksakan diri ke rumah sakit.

Pada Kamis pagi, kondisi kesehatan pria itu terus menurun dan staf hotel akhirnya memanggil layanan darurat rumah sakit. Pria itu dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi panas tinggi dan meninggal dunia satu jam setelah tiba di Klinik Penyakit Infeksi Skopje.

Rekan pria Inggris itu, yang tinggal di hotel yang sama, kini dirawat di rumah sakit setelah menunjukkan gejala serupa dengan mendiang rekannya. Sedangkan para tamu lain dan staf hotel dievakuasi dan menjalani tes kesehatan, sementara hotel itu ditutup aparat berwenang.

"Meski potensi bahwa penyeban kematian pria Inggris itu bukan ebola sangat besar namun kami harus melakukan semua prosedur hingga mendapatkan hasil tes dari laboratorium di Jerman," kata Jovanka.

Pada Kamis malam puluhan polisi dan petugas kesehatan yang mengenakan pakaian khusus menjaga hotel yang terletak di pusat kota Skopje, tak jauh dari kawasan bersenjata Bitpazar dan sungai Vardar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.