Terpidana Mati Ini Dibebaskan Setelah 9 Tahun Menunggu Eksekusi

Kompas.com - 09/10/2014, 10:41 WIB
Manuel Velez (49), tersenyum lebar saat disambut pengacaranya Jacklyn Brown dan Brian Stull ketika meninggalkan sebuah lembaga pemasyarakatan di Texas, AS. Manuel sudah sembilan tahun mendekam di penjara menunggu ekskusi hukuman mati setelah dianggap terbukti bersalah membunuh balita anak kekasihnya pada 2005. Namun, bukti yang ditemukan belakangan menunjukkan pria ini tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. AP Photo/Michael GraczykManuel Velez (49), tersenyum lebar saat disambut pengacaranya Jacklyn Brown dan Brian Stull ketika meninggalkan sebuah lembaga pemasyarakatan di Texas, AS. Manuel sudah sembilan tahun mendekam di penjara menunggu ekskusi hukuman mati setelah dianggap terbukti bersalah membunuh balita anak kekasihnya pada 2005. Namun, bukti yang ditemukan belakangan menunjukkan pria ini tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut.
EditorErvan Hardoko
HOUSTON, KOMPAS.com - Seorang pria yang dijatuhi hukuman mati karena dianggap terbukti melakukan pembunuhan dibebaskan, Rabu (8/10/2014).setelah sembilan tahun menunggu eksekusi mati di sebuah penjara di Texas, AS.

Manuel Velez ditahan pada 2005 dan diputuskan bersalah pada 2008 dalam kasus pembunuhan balita berusia satu tahun putra kekasihnya.

Kuasa hukum pria itu, akhirnya menemukan fakta bahwa Miguel tak mungkin terlibat pembunuhan itu karena dia sedang bekerja di negara bagian Tennesse yang berjarak 1.600  kilometer dari lokasi tewasnya balita itu.

Manuel Velez, pria buta huruf yang hanya bisa berbahsa Spanyol dan hanya ber-IQ 65 itu, menandatangani surat pengakuan yang ditulis dalam bahasa Inggris yang tidak dia pahami.
Mantan pengacara Miguel juga tidak mengetahui bahwa kekasih pria itu memiliki sejarah penganiayaan anak-anak.

"Manuel tak seharusnya dipenjara apalagi menanti eksekusi mati. Dia benar-benar tak bersalah," kata pengacara Manuel, Brian Stull dari Persatuan Kebebasan Warga Negara AS (ACLU).

"Kebahagiaan saya atas kebebasan Manuel bercampur kesedihan karena sistem hukum kriminal AS telah mencuri kehidupan pria itu. Semua hanya karena dia terlalu miskin untuk mendapatkan pengacara yang baik selain pengacara yang disediakan negara untuk dia," ujar Stull.

"Kita harus malu dengan kesalahan yang membuat Manuel nyaris dihukum mati. Dia bukan satu-satunya orang tak bersalah yang mendapatkan hukuman mati," lanjut Stull.

Dalam studi terbaru, papar Stull, satu dari 25 orang yang mendapatkan vonis hukuman mati di AS ternyata tidak bersalah. "Dalam sistem yang buruk ini, maka kita sangat bodoh dan kejam jika terus melanjutkan kelangsungan hukuman mati," ujar Stull

Menurut Direktur Pusat Informasi Hukuman Mati, Richard Dieter (DPIC), pembebasan Manuel Velez dari hukuman mati menegaskan banyaknya masalah yang menjangkiti sistem hukuman mati dan terus terbukanya risiko mejatuhkan hukuman untuk orang tak bersalah.

"Kasus Manuel disebabkan serangkaian kesalahan termasuk kesalahan polisi, pendakwaan, tidak efektifnya pembela dan saksi yang tidak bisa dipercaya," ujar Dieter.

"Kasus kematian seorang bocah akibat penganiayaan meriupakan tragedi yang mengerikan. Namun bukti yang diungkap setelah pengadilan Manuel pada 2008 menunjukkan bahwa penganiayaan anak itu terjadi saat dia berada jauh dari lokasi," tambah Dieter.

Berdasarkan data DPIC, sejak 1973 terdapat 146 orang terpidana mati yang hukumannya dibatalkan lalu mereka dibebaskan, termasuk 10 mantan terpidana mati di Texas.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X