Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/10/2014, 21:23 WIB
EditorErvan Hardoko
PARIS, KOMPAS.com - Sebuah kesalahan dalam peta yang digunakan Napoleon Bonaparte diduga menjadi kunci kekalahannya dalam pertempuran Waterloo 1815 yang sekaligus mengakhiri karier militer dan politik Napoleon.

Berdasarkan sebuah film dokumenter yang ditayangkan televisi Perancis, Senin (6/10/2014), Napoleon kebingungan dengan posisi pasukan pimpinan Duke of Wellington karena kesalahan peta hingga skala satu kilometer akibat salah cetak.

Konsekuensinya, Napoleon mengarahkan artilerinya ke arah yang salah sehingga tembakan meriam-meriamnya tak mengenai pasukan gabungan Inggris, Prusia dan Belanda.

"Napoleon mengandalkan sebuah peta salah untuk menyusun strategi dalam pertempuran besar terakhirnya. Fakta ini menjelaskan mengapa Napoleon salah mengambil keputusan dan mengalami disorientasi di medan perang. Ini adalah salah satu faktor yang mengakibatkan kekalahannya," ujar Franck Ferrand, sang pembuat dokumenter.

"Pertanian strategis Mont-Saint-Jean digambarkan berjarak satu kilometer dari lokasi sesungguhnya. Satu kilometer adalah jarak jangkauan meriam sehingga terlihat jelas hasilnya," tambah Ferrand.

Kesalahan peta itu ditemukan seorang ilustrator dan sejarawan asal Belgia, Bernard Coppens, yang menjadi penasihat dalam film dokumenter yang diproduksi Ferrand. Coppens menemukan peta itu, yang masih berlumur darah dan mirip dengan yang digunakan Napoleon, dari museum militer di Brussels.

"Kami membandingkan peta cetakan yang digunakan dalam perang dan peta buatan tangan sumber peta cetakan itu. Kami sadari telah terjadi kesalahan cetak. Tak hanya lokasi pertanian itu yang salah, namun peta itu menunjukkan sebuah tikungan jalan yang sebenarnya tidak ada," lanjut Ferrand.

Saat ditanya apakah hasil pertempuran Waterloo akan berbeda jika Napoleon menggunakan peta yang benar dan akurat. Ferrand mengatakan, sebenarnya di Waterloo, Napoleon sudah dalam posisi tak menguntungkan.

"Kami juga menemukan surat dari adik Napoleon, Jerome Bonaparte, yang menggambarkan kakaknya sudah terlihat akan kalah di Waterloo dan sudah tak bisa lagi mengendalikan pasukannya. Dia dibayang-bayangi keberhasilannya di masa lalu," ujar Ferrand.

Napoleon juga terlalu meremehkan kemampuan Duke of Wellington dan gagak memberikan perintah jelas untuk para komandannya seperti Marshall Ney dan Jenderal Grouchy.

Blunder kedua perwira itu juga dituding menjadi salah satu biang kekalahan Napoleon di Waterloo. Meski penulis taktik militer abad ke-19 asal Swiss, Baron Jomini memuji kepercayaan diri Duke of Wellington dan kegigihan infantri Inggris saat menghadapi gempuran pasukan Perancis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.