Kompas.com - 07/10/2014, 21:23 WIB
Sebuah lukisan karya Vernet and Swebach menggambarkan pertempuran Mont-Saint-Blanc yang terjadi pada 18 Juni 1815. Pertempuran ini adalah bagian dari kampanye militer Napoleon Bonaparte yang berakhir dengan kehancuran dalam pertempuran Waterloo. wikipediaSebuah lukisan karya Vernet and Swebach menggambarkan pertempuran Mont-Saint-Blanc yang terjadi pada 18 Juni 1815. Pertempuran ini adalah bagian dari kampanye militer Napoleon Bonaparte yang berakhir dengan kehancuran dalam pertempuran Waterloo.
EditorErvan Hardoko
PARIS, KOMPAS.com - Sebuah kesalahan dalam peta yang digunakan Napoleon Bonaparte diduga menjadi kunci kekalahannya dalam pertempuran Waterloo 1815 yang sekaligus mengakhiri karier militer dan politik Napoleon.

Berdasarkan sebuah film dokumenter yang ditayangkan televisi Perancis, Senin (6/10/2014), Napoleon kebingungan dengan posisi pasukan pimpinan Duke of Wellington karena kesalahan peta hingga skala satu kilometer akibat salah cetak.

Konsekuensinya, Napoleon mengarahkan artilerinya ke arah yang salah sehingga tembakan meriam-meriamnya tak mengenai pasukan gabungan Inggris, Prusia dan Belanda.

"Napoleon mengandalkan sebuah peta salah untuk menyusun strategi dalam pertempuran besar terakhirnya. Fakta ini menjelaskan mengapa Napoleon salah mengambil keputusan dan mengalami disorientasi di medan perang. Ini adalah salah satu faktor yang mengakibatkan kekalahannya," ujar Franck Ferrand, sang pembuat dokumenter.

"Pertanian strategis Mont-Saint-Jean digambarkan berjarak satu kilometer dari lokasi sesungguhnya. Satu kilometer adalah jarak jangkauan meriam sehingga terlihat jelas hasilnya," tambah Ferrand.

Kesalahan peta itu ditemukan seorang ilustrator dan sejarawan asal Belgia, Bernard Coppens, yang menjadi penasihat dalam film dokumenter yang diproduksi Ferrand. Coppens menemukan peta itu, yang masih berlumur darah dan mirip dengan yang digunakan Napoleon, dari museum militer di Brussels.

"Kami membandingkan peta cetakan yang digunakan dalam perang dan peta buatan tangan sumber peta cetakan itu. Kami sadari telah terjadi kesalahan cetak. Tak hanya lokasi pertanian itu yang salah, namun peta itu menunjukkan sebuah tikungan jalan yang sebenarnya tidak ada," lanjut Ferrand.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ditanya apakah hasil pertempuran Waterloo akan berbeda jika Napoleon menggunakan peta yang benar dan akurat. Ferrand mengatakan, sebenarnya di Waterloo, Napoleon sudah dalam posisi tak menguntungkan.

"Kami juga menemukan surat dari adik Napoleon, Jerome Bonaparte, yang menggambarkan kakaknya sudah terlihat akan kalah di Waterloo dan sudah tak bisa lagi mengendalikan pasukannya. Dia dibayang-bayangi keberhasilannya di masa lalu," ujar Ferrand.

Napoleon juga terlalu meremehkan kemampuan Duke of Wellington dan gagak memberikan perintah jelas untuk para komandannya seperti Marshall Ney dan Jenderal Grouchy.

Blunder kedua perwira itu juga dituding menjadi salah satu biang kekalahan Napoleon di Waterloo. Meski penulis taktik militer abad ke-19 asal Swiss, Baron Jomini memuji kepercayaan diri Duke of Wellington dan kegigihan infantri Inggris saat menghadapi gempuran pasukan Perancis.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X