Turki Serukan Serangan Darat untuk Selamatkan Kobani

Kompas.com - 07/10/2014, 19:41 WIB
Sejumlah tank milik Angkatan Darat Turki bersiaga di sebuah bukit di desa Mursitpinar yang terletak tepat di seberang perbatasan dengan Suriah tak jauh dari kota Kobani yang menjadi ajang pertempuran antara milisi Kurdi dan ISIS. ARIS MESSINIS / AFPSejumlah tank milik Angkatan Darat Turki bersiaga di sebuah bukit di desa Mursitpinar yang terletak tepat di seberang perbatasan dengan Suriah tak jauh dari kota Kobani yang menjadi ajang pertempuran antara milisi Kurdi dan ISIS.
EditorErvan Hardoko
ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (7/10/2014), memperingatkan kota Kobani di perbatasan Suriah-Turki setiap saat bisa jatuh ke tangan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), sehingga sebuah operasi militer darat diperlukan untuk mengalahkan ISIS.

"Teror tidak akan berakhir kecuali kita bekerja sama untuk menggelar sebuah serangan darat," kata Erdogan dalam pidatonya di kota Gaziantep, wilayah timur Turki.

Erdogan menambahkan, serangan udara yang digelar koalisi internasional pimpinan AS untuk membantu milisi Kurdi yang memerangi ISIS, tidak cukup untuk memukul mundur ISIS.

"Saya katakan kepada Barat, menjatuhkan ribuan ton bom dari udara tidak akan memberi solusi," tambah Erdogan yang disambut gegap gempita warga kota Gaziantep.

Pekan lalu, parlemen Turki mengizinkan pemerintah untuk menggelar aksi militer melawan ISIS. Namun, sejauh ini pemerintah Turki belum mengumumkan rencana operasi militernya itu.

"Kami terus memantau serangan terhadap kota Kobani dan kota-kota lain tempat saudara-saudara Kurdi kita tinggal dengan ketakutan," tambah Erdogan.

Dia menambahkan, jumlah pengungsi dari Kobani saja yang kini berada di wilayah Turki sudah mencapai 20.000 orang.

"Kami hanya ingin perdamaian di kawasan. Turki bersiaga dan memiliki perlengkapan yang baik untuk menghadapi ancaman terhadap negeri ini," lanjut Erdogan.

Erdogan juga kembali menyerukan perlunya kawasan dilarang terbang di atas wilayah Suriah dan sebuah zona aman untuk menampung pengungsi.

Dia juga menekankan kelompok pemberontak moderat yang melawan rezim Bashar al-Assad harus dilatih dan dipersenjatai dengan baik untuk menghadapi ISIS.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X