Kompas.com - 06/10/2014, 16:51 WIB
Penulis Budi Suwarna
|
EditorPalupi Annisa Auliani
KOMPAS.com - Canda tawa penumpang bus pariwisata itu segera sirna ketika beberapa prajurit muda menghentikan laju bus tepat di depan gerbang kawasan zona demiliterisasi (DMZ) Paju di Provinsi Gyeonggi, Korsel.

Ini adalah satu titik di daerah penyangga perbatasan Korsel-Korea Utara yang panjang totalnya 250 kilometer dari barat ke timur dengan lebar 4 meter. DMZ Paju termasuk titik perbatasan yang letaknya paling dekat dengan wilayah Korut.

Karena itu, meski Paju dibuka untuk kunjungan turis, kawasan itu dijaga amat ketat. Maklum, sejak dua Korea ini perang saudara tahun 1950, hingga kini tidak ada perjanjian damai. Yang ada baru perjanjian gencatan senjata tahun 1953. Artinya, secara teknis kedua Korea masih dalam status perang. Peristiwa penyusupan dan serangan sporadis pun masih terjadi hingga tahun 2000-an.

Tidak heran, siapa pun yang memasuki DMZ—termasuk rombongan turis—harus menjalani pemeriksaan. Pagi itu, di awal September yang tersaput kabut, beberapa prajurit muda dengan senjata lengkap memeriksa sekeliling bus yang membawa saya dan puluhan pelancong dari sejumlah negara. Wajah para prajurit itu dingin.

Tentara seganteng artis K-Pop

Salah seorang di antara mereka masuk ke dalam bus dan berkata singkat dengan nada memerintah, ”Passport!” Para penumpang sudah mengerti apa yang ia inginkan. Mereka mengeluarkan paspor masing-masing untuk dicek prajurit muda yang berwajah mulus itu, tapi bermata penuh selidik. Suasana senyap selama proses pengecekan. Waktu seperti merayap pelan.

Setelah proses pengecekan selesai, si prajurit turun dari bus dan bergabung dengan prajurit lainnya. Bus lalu dipersilakan jalan. Saat itulah, Luna—pemandu tur DMZ—berusaha mencairkan suasana yang tiba-tiba tegang. Dengan mimik lucu dan suara setengah berbisik ia berkata, ”Prajurit Korea ganteng-ganteng, kan? Mungkin mereka lebih cocok jadi penyanyi K-Pop.”

Kami semua tertawa. Saya membayangkan, prajurit muda tadi benar-benar penyanyi K-Pop yang sedang menjalani wajib militer. Ya, semua laki-laki Korea yang sehat walafiat—termasuk penyanyi K-Pop ataupun artis drama Korea—wajib ikut wajib militer selama dua tahun.

Bus terus merayap masuk lebih dalam ke kawasan DMZ. Bus dipaksa berjalan zig-zag karena setiap beberapa meter tentara menempatkan drum-drum atau barikade kawat yang disusun diagonal. Semakin dalam memasuki DMZ, semakin terasa bahwa negeri dengan pagi yang tenang ini memang masih dalam status perang. Tentara dan kamera ada di mana-mana, seolah memantau semua gerak pengunjung.

Terowongan ketiga

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.