PM Inggris Lakukan Kunjungan Mendadak ke Afganistan

Kompas.com - 03/10/2014, 14:22 WIB
Cameron memahami kebijakan tidak membayar uang tebusan BBCCameron memahami kebijakan tidak membayar uang tebusan "sulit" untuk keluarga sandera
EditorEgidius Patnistik
KABUL, KOMPAS.COM — Perdana Menteri Inggris David Cameron tiba di Kabul, Jumat (3/10/2014), dalam sebuah kunjungan mendadak. Dia menjadi pemimpin dunia pertama yang mengadakan pembicaraan dengan Presiden Afganistan Ashraf Ghani yang baru saja dilantik. Demikian kata sejumlah pejabat.

Ghani dilantik Senin lalu untuk memimpin Afganistan saat banyak pasukan NATO meninggalkan negara itu pada Desember mendatang setelah 13 tahun memerangi gerilyawan Islam yang meletus setelah rezim Taliban digulingkan tahun 2001. Ghani terpilih dalam pemilihan yang diwarnai kecurangan pada Juni lalu yang kemudian menenggelamkan Afganistan dalam perselisihan sengit selama beberapa bulan.

Dalam kesepakatan yang ditengahi AS, dia menandatangani sebuah perjanjian pembagian kekuasaan dengan mantan saingannya dalam pemilihan, yaitu Abdullah Abdullah, yang dilantik di posisi baru sebagai "kepala eksekutif".

Istana presiden dan Kedutaan Besar Inggris membenarkan bahwa kunjungan tersebut telah dimulai dan pembicaraan sedang berlangsung.

Inggris masih memiliki 3.900 tentara di Afganistan, sebagai bagian dari Pasukan Bantuan Keamanan Internasional NATO (ISAF). ISAF akan menyelesaikan misi tempurnya pada akhir tahun ini.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X