Erdogan: Jatuhkan Ratusan Ton Bom Tidak Selesaikan Masalah ISIS

Kompas.com - 01/10/2014, 22:34 WIB
Tank-tank angkatan darat Turki dikerahkan ke dekat perbatasan Suriah pada Selasa (29/9/2014) di Suruc setelah tiga peluru mortir jatuh di wilayah Turki. Pemerintah Turki meminta parlemen memberikan izin untuk mengerahkan pasukan ke wilayah Irak dan Suriah untuk memerangi ISIS. BULENT KILIC / AFPTank-tank angkatan darat Turki dikerahkan ke dekat perbatasan Suriah pada Selasa (29/9/2014) di Suruc setelah tiga peluru mortir jatuh di wilayah Turki. Pemerintah Turki meminta parlemen memberikan izin untuk mengerahkan pasukan ke wilayah Irak dan Suriah untuk memerangi ISIS.
EditorErvan Hardoko
ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Rabu (1/10/2014), mendesak Barat agar mencari solusi jangka panjang untuk mengakhiri krisis di Suriah dan Irak.

Erdogan mengatakan menjatuhkan ratusan ton bom terhadap Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) hanya akan memberikan solusi sementara.

"Menjatuhkan ratusan ton bom dari udara hanya menjadi solusi sementara dan sekadar menunda ancaman serta bahaya ISIS," kata Erdogan di hadapan parlemen Turki.

"Dunia harus tahu bahwa Turki bukan negara yang mengizinkan dirinya dimanfaatkan untuk mencari sebuah solusi sementara," tambah dia.

Pernyataan Erdogan itu muncul sehari sebelum parlemen bersidang membahas otoritas untuk pemerintah agar bisa mengerahkan pasukannya ke Suriah dan Irak.

Setelah berbulan-bulan enggan terlibat pertempuran melawan ISIS yang merepotkan Barat, kini Turki mengubah kebijakannya dan mengindikasikan bersedia bergabung dalam koalisi internasional pimpinan AS.

Sejauh ini Ankara belum memutuskan bentuk bantuan apa yang diberikan meski Erdogan berulang kali menyerukan pembentukan zona penyangga di perbatasan Turki-Suriah dan didukung dengan penerapan zona larangan terbang untuk memastikan keamanan.

"Turki tak memiliki niat ikut campur dalam urusan dalam negeri orang lain atau merebut wilayah negara lain. Namun perdamaian dan stabilitas kawasan berarti perdamaian dan stabilitas untuk Turki," lanjut Erdogan.

Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa memiliki jumlah kursi mayoritas di parlemen, namun Erdogan mendorong pihak oposisi juga memberikan suara untuk masalah ini.

Turki selama ini dituding memainkan peran dalam membesarkan ISIS di Suriah dengan dukungannya terhadap kelompok-kelompok radikal Islam dengan harapan mereka bisa menjungkalkan Presiden Bashar al-Assad.

Tuduhan itu ditepis Erdogan dan menegaskan negeri itu tegas menolak dan tidak mendukung terorisme baik di wilayahnya, di kawasan atau di seluruh dunia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X